Minggu, 18 Januari 2015

TITLE                      =   I KNOW YOU
                        AUTHOR                = LISA MELINDA
                        CAST                      = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          ETC.
GENRE                   =AU
LENGTH                = FICLET
DISCLAIMER        = DON’T BASH! WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai.

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
               
                Di sudut kafe, seorang wanita dengan balutan baju casual duduk dengan elegannya. Di temani dengan secangkir susu mocca kesukaanya dan sebuah PC. Mengetik beberapa hal yang mungkin menjadi pekerjaan wajibnya sekarang, mengingat usianyna yang sekarang sudah berumur 22 tahun. Wanita karir yang berambut pendek seperti polisi wanita ini menyesap  mocca hingga menimbulkan suara.
                Tak lama setelah itu datag seorang pria tampan dengan jas berwarna abu-abu datang dengan senyum merekah. Menjadi pusat perhatian kala ia memasuki pintu kafe tersebut. Ia mendudukan diri tepat di hadapan wanita tadi.
                “hah?! Apa ini? Tampilan baru lagi? kau memotong rambutmu lagi. seperti patah hati saja. Well, kau masih tetap cantik” cibir pria tersebut sedikit tersentak melihat penampilan wanita dihadapannya.
                Wanita tersebut hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar PC dihadapannya. Pria tersebut hanya mendengus kasar melihat respon yang di tunjukkan wanita di depannya.
                “apa yang kau lakukan disini?” tanya wanita tersebut dingin. Pria tersebut tersenyum remeh
                “aku hanya lewat sekitar sini, dan yah melihatmu” ujarnya lalu menyandarkan diri pada kursi besi tersebut. Wanita berbaju abu-abu biru tersebut hanya menatap datar laki-laki di tersebut.
                “jadi apa keputusanmu?” tanya pria tersebut lalu memajukan badannya agar lebih dekat.
                “aku belum memutuskan apa-apa, aku tak mempunyai minat terhadapmu”
                “hah? Minat dan ketertariak heh? Kau terus membicarakan hal itu” cibir pria tersebut membuang muka ke arah kiri.
                “sebagai contoh, jika kau tak punya minat atau ketertarikan akan sesuatu bagaimana kau akan mengerjakannya secara suka rela?”
                “yah~ kau benar nona lee” jawab pria tersebut acuh, wanita tersebut menutup PC nya secara paksa. Seakan meredam kesal pada pria di hadapannya.
                “wajahmu lumayan” ujar wanita bernama lee jungrin tersebut.
                “jangan lupakan aku juga pintar dan mapan” jawabnya tersenyum simpul.
                “aku mengakui itu kyu” jawab jungrin singkat dengan senyum manisnya.
                “lalu apa yang membuatmu berkali-kali menolakku? Seharusnya kau sudah menyukai ku sejak pertama” tanya kyuhyun agak paksa, jungrin menghela napas.
                “sudah kubilang –“
                “tapi seharusnya kau harus mencoba!” ucap kyuhyun setengah berteriak.
                “kau tau aku tampan bahkan mendekati sempurna?! Apa itu tak cukup?” lanjut kyuhyun dengan emosi yang sudah nampak ke permukaan. Jungrin menanggapi santai hal tersebut, sudah terlalu biasa menanggapi hal seperti ini.
                “jika pun aku menyukai seseorang sudahpasti kukatakan dari awal” ujar jungrin menyesap mocca yang sudah setengah cangkir. Kyuhyun diam,
                “lalu apa kali ini kau tak berani mengatakannya padaku?” tanya kyuhyun seperti menaruh harapan. Jungrin tertawa ringan
                “dulu pernah ada seseorang pria yang pintar namun tak cukup tampan sepertimu tapi ia sanggup menarik perhatianku” ujar jungrin menceritakan masa lalunya saat SMA.
                “aku mengajaknya mengobrol duluan, kami akrab sebagai teman biasa lalu aku menyatakan cintaku. Begitu sederhana bukan?” kyuhyun terkesiap mendengar cerita jungrin. Menyatakan cinta? Apa semudah itu bagi wanita sepertinya?. Kyuhyun baru saja ingin mengucap dengan cepat jungrin menyela.
                “aku tak terlalu peduli apakah yang kulakukan itu hal umum atupun hal yang tidak wajar dilakukan. Lagipula setelah itu aku tau bahwa pria yang ku cintai ternyata memiliki kekasih” jungrin tertawa hambar sembari menatapi jendela kafe yang mulai dijatuhi butiran air dari langit. Hari mulai mendung sekarang.
                “kau seperti menyuruhku mencari wanita lain saja” cibir kyuhyun tanpa menatap jungrin. Jungrin menolehkan kepala menatap mata kecewa kyuhyun. Jungrin tersenyum samar
                “tidakkah menurutmu itu hal yang bagus? Kau bisa mencobanya” ujar jungrin menanggapinya dengan santai. Kyuhyun terkejut mendengar ucapan itu, tersenyum miris menatap mata cokelat jungrin.
                “kau tak akan menyesal?” jungrin memainkan cangkir minumannya, mengangguk mengerti.
                “aku mungkin menyesal, tapi tidak untuk saat ini” jawab jungrin masih santai. Kyuhyun meringis kesal
                “kau benar! Aku harus mencari wanita lain” kyuhyun tertawa kecil, berdiri dengan tegap lalu pergi dengan kesal. Walaupun begitu jungrin terus menatapi sosok yang pergi menjauh itu, tak kala setelah itu ada seorang gadis yang menutup mata kyuhyun dan berkata ‘tebak siapa aku?’
                Jungrin menatap datar, lebih datar dari biasanya. Kyuhyun yang sudah berada disebrang jalan sembari menggandeng gadis di sampingnya menatap was-was kearah kafe, jungrin tersenyum manis ke arahnya ketika mata mereka tak sengaja saling bertemu membuat kyuhyun salah tingkah. Jungrin terus menatap senang kearah kyuhyun.
                Wanita ini masih setia dengan senyum manisnya. Ia membuka PC nya, bukan berarti ia akan melanjutkan pekerjaan yang tadi tertunda. Tapi ia mengetik sesuatu seperti kata penyesalan, ia merasa menyesal atas perlakuannya tadi. Walaupun begitu ia merasa bersyukur mampu membuat pria tadi menyerah.
                ‘aku memotong rambutku karena memang aku patah hati. Lebih dari dua kali aku melihatmu seperti itu dengan wanita yang berbeda. Tidakkah kau tau itu kyu? Aku memang mencintaimu. Semua daya tarikmu mampu membuatku terpikat. Tapi untuk bersamamu? Kukira kau harus memutuskan hubungan diantara mereka. Aku tak mau menjadi orang ketiga diantara kalian, atau orang yang kesekian kalinya. Aku tau kau’
                Tersenyum menatapi jalanan yang sudah diguyur basah oleh hujan. Ia pun tak sengaja meneteskan air mata.
               
                                END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar