Senin, 23 Februari 2015

MY LOVELY TARGET #2

TITLE                      =  My Lovely target #2
                        AUTHOR                = LISA MELINDA
                        CAST                        = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          KIM JONG WOON
-          KIM KIBUM
-          ETC.
GENRE                  = SCHOOL LIFE,AU
LENGTH                = MINI SERIES
DISCLAIMER       = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
                                                GAK SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
                                                WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
               
  ‘Dia gadis yang dekat dengan penjaga perpustakaan’
                
‘cih! Bahkan mereka lebih terlihat seperti pasangan’ cibir kyuhyun yang tengah duduk sambil membaca buku sekaligus mencuri beberapa lirikan.
                
Tiba-tiba seseorang berlari muncul sambil terengah-engah dan menunjuk-nunjuk keluar pintu.
               
“rin-ssi! Di sana! Hah! Hah! Hah! Aish!” jungrin dan penjaga song tampak memperhatikan laki-laki yang tengah terduduk karena kelelahan berlari.
               
  “tenangkan dulu dirimu” ucap penjaga song, jungrin mendekat
                
wae?” tanyanya. Anak laki-laki tersebut tampak menelan ludah terlebih dahulu lalu mengambil napas panjang saat jungrin ikut duduk di depannya.
               
  “lee jinki terjatuh saat pengambilan nilai lari tadi, tangannya disini –“ laki-laki itu tampak menunjuk bagian dilengan kanan
                
“- luka, lecet yang parah dan beberapa luka lain di kaki. Dia sekarang ada di ruang kesehatan, tapi dokter sekolah baru saja pulang karena anaknya terkena demam tinggi” Jungrin melebarkan matanya dan segera berlari.
               
  “jika hal ini penting kenapa tak kau katakan dari tadi” cibir penjaga song yang mendapat cibiran balik dari laki-laki tersebut. Kyuhyun yang melihat jungrin berlari keluar pun ikut keluar, ia juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi. Memang apa hubungannya dengan jungrin?
               
               
Sesampainya diruang kesehatan yang pintu masuknya saja sudah penuh sesak, membuat jungrin yang bertubuh cukup kecil itu harus berusaha menerobos masuk.
               
 “YA! jika kalian tak membantu sama sekali sebaiknya jangan mengerubungi ruang kesehatan seperti ini. Penuh sesak!” ucap sebuah suara di dalam. Jungrin akhirnya masuk ketika beberapa orang membuat celah untuk dirinya masuk.
               
 “jungrin-ssi?! Ah cepat tolong jinki” jungrin mengangguk ketika jonghyun meminta pertolongannya. Ia mendekat kearah jinki.
                
“ambil kasa,alcohol,tissue,betadine,dan air mineral” ucap jungrin lalu melihat beberapa luka. Lee jinki dengan peluh yang terus menetes terus meringis kesakitan.
                
“ada luka lain selain ini?” tanya jungrin, jinki menggeleng tak tau.
                
“jonghyun-ssi bantu aku melepas sweater jinki-ssi” jonghyun mengangguk dan membantu melepaskan sweater di tangan kiri. Setelah terlepas secara perlahan jungrin tampak diam sejenak ketika melihat sweater dibagian lengan kanan terkoyak.
               
  SRAAT!
               
Jungrin menarik cepat sweater tersebut , membuat beberapa suara terkejut dari beberapa kerumunan yang hanya menonton di depan pintu.
               
“beri dia minum, aish dia tampak begitu tegang” ujar jungrin menatap kasihan lalu mengambil alcohol dan tissue. Jonghyun memberikan jinki minum dan mengelap keringat di wajah jinki.
               
“kumohon tahan sedikit, aku harus membersihkan lukamu dulu” ucap jungrin yang akan menyiramkan alcohol pada luka. Seketika itu, jinki tampak mengerang kesakitan
                
“ah! Panas! Assshh! Appoyo” ringis jinki. Jungrin hanya diam sambil membersihkan beberapa debu dan pasir yang menempel pada luka. Ia lalu memberika betadine dan membalutnya dengan kasa.
                
“lebih baik kau ke rumah sakit setelah ini, kau akan diberi beberapa obat dan salep. Istirahatlah dulu” ucap jungrin lalu memberikan betadine pada luka kecil yang terdapat di kaki jinki.
                
“orang tuanya sudah dihubungi?” tanya jungrin
                
ne, sedang menuju kesini” jawab jonghyun. Jungrin mengangguk dan hendak melangkah keluar. Langkahnya terhenti, matanya menatap bingung melihat segerombolan orang yang tadi memenuhi pintu masuk kini menyingkir secara perlahan. Di balik gerombolan tersebut terselip kyuhyun yang menatap sinis gadis tersebut, walau dalam hatinya ia benar-benar kagum dengan sosok jungrin.
                *********

Di dalam kelas yang sudah tampak ramai, hanya menunggu guru Matematika mereka masuk ke kelas saja. Di dalam kelas yang tampak rusuh itu, di pojok paling belakang jungrin sibuk menundukkan kepala. tak menerima perhatian dari sekitar, dia terus saja menunduk. Entah apa yang di lakukannya sekarang. Kyuhyun yang sudah pindah ke barisan belakang pun melirik jungrin sesekali. Ia masih penasaran apa yang gadis itu lakukan. Ia sekarang duduk tepat di samping jungrin.
               
 Jungrin mengangkat kepalanya, menghela napas panjang lalu merengut sebal dan dengan cepat mendelik kea rah kyuhyun. Membuat laki-laki ini sedikit tersentak akibat ulah jungrin.
                
“jangan pernah menatapku seperti itu anak baru” sindir jungrin lalu mengeluarkan buku matematika nya dari dalam tas. Membuka Bab baru pada halaman itu, gadis ini mengelus dagunya perlahan sambil manggut-manggut.
               
 Ma seonsaengnim masuk dengan kayu panjangnya, guna memukul meja agar kelas yang gaduh menjadi diam. Ma seonsaengnim termasuk guru killer di SMA itu.
                
“buka buku kalian di mulai dari BAB 3, fungsi komposisi dan fungsi invers. Lalu di lanjutkan dengan bab 4 persamaan garis lurus. Kalian hari ini harus menghabiskan 2 BAB. Maka minggu depan akan saya adakan pengambilan nilai. Kalian harus belajar giat, temui guru privat kalian jika kalian masih tak mengerti”dengan serempak kelas itu mengeluh, ada siswa yang kesal hingga menutup bukunya, ada juga yang merosotkan badannya, dan lain-lain.
               
 CTAK!
               
 Kayu panjang itu berbunyi ketika di hempaskan dengan kuat ke meja, sontak kelas itu menjadi diam sunyi senyap. Jungrin tersenyum takjub
               
 “aigoo, ma seonsaengnim akan membuat anak orang mati hanya karena matematika” gumam jungrin.
                
Pelajaranpun di mulai, Ma seonsaengnim menjelaskan secara cepat. Tentu dengan cepat dan terpaksa pula murid harus mengerti. Jika tidak, hukuman akan menanti. Kyuhyun memperhatikan dengan seksama. Bagaimanapun gurunya, ini adalah pelajaran yang ia suka sejak dulu.
                
Sebenarnya kyuhyun dulu bersekolah di luar negeri, hingga ia membuat sebuah masalah dan ayahnya pun memulangkannya dan menyekolahkannya di sekolah ini agar kyuhyun dapat lebih mudah di awasi. Dengan kemapanan,ketampanan,tentu saja kyuhyun mempunyai otak yang encer sebagai pelengkapnya.
                
Jungrin tengah memainkan bolpoinnya, menggoyangkannya dengan tangan kanannya. Mengetuk-ngetukkannya di kepalanya. Lalu melingkari sesuatu di bukunya, lalu memejamkan matanya seolah ia tengah menghapalkannya di dalam otak. Ia pun memegangi perutnya
               
 “aish, aku benci saat seperti ini” dumel(?) jungrin lalu kembali fokus pada bukunya.
                
“baiklah! Setelah saya jelaskan, ada yang dapat menyelesaikan soal ini” Ma seonsaengnim mengetok papan tulis dengan spidol di tangannya. Melirik satu persatu muridnya yang berada di barisan depan, tentu saja mereka tampak sibuk masing-masing. ataupun tengah menahan rasa takut untuk ke depan.
                
“hah! Apa kalian memperhatikan tadi? Soal semudah ini kalian tidak bisa hah?!” oceh Ma seonsaengnim. Tiba-tiba seseorang dari belakang mengacungkan tangannya
               
“ah ye!” tunjuk Ma seonsaengnim dengan spidol, ia mempersilahkan muridnya menyelesaikan soal yang di berikannya.
                
Kyuhyun, murid tersebut mengerjakannya dengan lancar. Dengan hasil yang benar-benar membuat Ma seonsaengnim puas. Membuat seisi kelas riuh akibat kyuhyun yang menunjukkan sisi kepintarannya.
                
“ya, Tuan muda kau pintar juga ya” Ma seonsaengnim menepuk bahu kyuhyun dengan akrab. Kyuhyun dengan sopan membungkuk lalu kembali ke bangkunya, tak lupa dengan senyum simpulnya.
                
“ya, rin-ah. Mungkin posisimu akan bergeser nanti, aku yakin kyuhyun bisa mendapat peringkat satu” bisik sunhwa yang berada di depan jungrin. Jungrin mengangguk meng’iya’kan
               
eoh? kau tak khawatir sama sekali?” sunhwa tampak heran melihat jungrin. Gadis ini tampak berfikir sejenak.
                
aniyo, itu berarti aku tak dapat mempertahankan peringkatku. Mungkin juga itu sudah masanya aku turun peringkat. Kau tau, seperti sebuah roda”  jawab jungrin yang mendapat tatapan miris dari sunhwa padahal yang sebenarnya dirasakan jungrin adalah kekhawatiran yang amat sangat dirasa. Tiba-tiba jungrin kembali merasakan sakit perut, ini akibat dia tak sarapan tadi. Ia mengeluarkan roti cokelat yang ada di laci mejanya. Menunduk dalam sambil mengunyah pelan roti agar tak ketahuan, berhubung ia juga duduk di barisan belakang. Semua nya berjalan dengan lancar sampai jungrin memasukkan seluruh roti kedalam mulutnya. Hingga semuanya terasa sesak di dada ketika Ma seonsaengnim menyebut nama jungrin.
                
Jungrin segera mengangkat kepalanya, dan hampir tersedak roti. Ia mengap-mengap(?) lalu segera minum air putih hingga membuat dadanya terasa lebih baik. Seisi kelas menatapnya aneh, kecuali satu orang yang hanya tertawa kecil.
                
ne, seonsaengnim!” ucap jungrin tegas
               
  “maju kedepan! Selesaikan nomor 2!”
                
ne, algeseumnida” ucap jungrin lalu maju ke depan, kyuhyun hanya melirik sinis gadis tersebut.
               
 Jungrin melirik sebentar soal tersebut lalu mengambil spidol, ia menyipitkan matanya lalu mulai menulis jawaban yang jawabannya lebih dikit daripada milik kyuhyun. Ma seonsaengnim melirik sinis kea rah jungrin.
               
  “Ya! igo eottokhaeya! Jawabannya seharusnya lebih rumit dari soal nomor 1” jungrin melirik polos,
                
“jawaban ini, hanya merumitkan otak siswa” jungrin melingkari jawaban kyuhyun beserta jalannya.
                
“dan ini hanya sebuah pembuktian” jungrin melingkari jawaban di baris tengah
                
“kita dapat menyelesaikannya dengan mengambil jalan ini, lalu melakukan persamaan yang dapat kita pikirkan langsung, karena jawabannya pasti sederhana” jungrin tersenyum penuh arti kea rah Ma seonsaengnim.
                
“dalam matematika, banyak jalan untuk mendapat jawaban kan,seonsaengnim?” ucap jungrin pelan sambil melirik was-was kearah Ma seonsaengnim. Ma seonsaengnim tersenyum
                
geurae, Istirahat nanti kau ke ruanganku” ucap Ma seonsaengnim lalu duduk
                
ye?” jungrin membulatkan matanya, hingga Ma seonsaengnim mengarahkan tangannya agar jungrin segera duduk. Jungrin menatap kosong lantai, ia tau apa yang akan di lakukan Ma Seonsaengnim.
               
 “Whooaa, aku jadi lebih mengerti tentang pelajaran ini, gomawo chingu” bisik sunhwa melirik kebelakang.
                ******
                Jungrin keluar dari ruangan Ma seonsaengnim, ia mengurut tengkuknya sambil mengumpat kecil. Ia menuju lokernya Ia membuka lokernya dan mendapati sekotak susu dengan sticky note yang tertempel di depannya.
                
‘semoga harimu menyenangnya. Park Dol ji XII 2’ jungrin tersenyum melihatnya.
                
aigoo, dia baik sekali. Aku harus berterima kasih ketika bertemu nanti” ujar jungrin lalu melangkah sembari meneguk susu tersebut. Hingga di tengah jalan tak sengaja ia melihat name tag seseorang dengan lambang XII di lengan sebelah kirinya. Jungrin berhenti
                
“eoh? Park Dol ji sunbae” seru jungrin, membuat orang tersebut yang awalnya memang sudah salah tingkah pun berhenti dan berbalik. Tersenyum samar untuk menetralisir kegugupannya.
                
ne?” ucapnya, jungrin tersenyum lalu menunduk 90 derajat.
                
gamsahamnida, aku telah menerima susu yang kau taruh di loker ku” Dol ji melongo dalam diam. Ia lalu tersenyum sambil mengelus tengkuknya
               
 “ne” jawab Dol ji, jungrin tersenyum lagi
                
“sampai jumpa” ucap jungrin lalu pergi berlari. Dol ji yang masih berada di tengah-tengah koridor pun meloncat kegirangan sambil mengepalkan tangannya dengan senang, tak sadar akan tindakannya. Sebenarnya semua laki-laki pun melihatnya dengan tatapan sinis, bahkan ada laki-laki yang menyembulkan kepalanya dari jendela guna melihat kejadian tadi.
               
                
Jungrin mendaratkan lengannya di meja penjaga perpustakaan, ia memanyunkan bibirnya melihat penjaga song yang sibuk dengan semua lembaran yang ada di mejanya, mungkin ia tengah mendata buku.
               
 “aish geu ahjussi jinjja!” gerutu jungrin diiringi dengan helaan napas. Tanpa menoleh penjaga Song bertanya.
               
 “nugundae?”jungrin menatap penjaga song
                
Ma seonsaengnim” jawab jungrin merunduk, penjaga song pun melirik sekilas
               
 “itu salahmu, kenapa juga kau tunjukkan jalan alternatifmu di depan dia, seharusnya kau selesaikan saja soal itu dengan langkah sederhana seperti di buku. Jika seperti itu kau pasti tak akan di suruh mengerjakan soal susah seperti tahun lalu” ucap penjaga song masih sibuk mendata.
                
mwo? Ahjussi tau?” jungrin berdiri tegap ketika itu.
                
“tentu saja aku melewati kelasmu tadi, aku melihatmu yang seperti orang hampir mati karena tersedak” cibir penjaga Song. Jungrin memanyunkan bibirnya.
                
jja! Apa buku baru sudah datang?” tanya jungrin, Penjaga song menghela napas.
                
ne, ada di meja itu” tunjuk penjaga Song, jungrin tersenyum senang. Ia menulis namanya dulu di buku kunjungan perpustakaan. Ia melihat beberapa buku yang masih tampak rapi dan bagus, tentu saja itu buku baru yang belum di bagikan. Jungrin tersenyum, membuka satu buku tersebut. Memfotonya lewat ponselnya dan mempelajarinya.
               
 Alasan utama jungrin mendekati penjaga song adalah ini, ia akan lebih mudah melihat buku-buku yang baru datang. Dan lebih mudah meminjam buku, karena ia mengikuti program pemerintah yang akan mengadakan belajar keluar negeri, dan jungrin telah mengikuti itu dan telah masuk dalam skala nasional. Dalam beberapa waktu dekat ia akan di uji dari berbagai provinsi di korea untuk menentukan siapa yang akan dikirim untuk belajar keluar negeri selama setahun.
               
 Kyuhyun yang ternyata sedari tadi mengikuti jungrin pun tengah duduk dengan buku yang lumayan lebar untuk menutupi wajahnya. Tiba-tiba ia menutup bukunya kesal
               
 “aish cho kyuhyun! Kenapa kau malah seperti secret admirer eoh? kau seharusnya menunjukkan karisma mu padanya” batin kyuhyun menyemangati diri sendiri. Ia memilih buku kelas 12 dan menuju meja penjaga perpustakaan untuk meminjam.
               
“aku pinjam ini” ucap kyuhyun dengan tampang stay cool yang dimilikinya. Jungrin yang sibuk mengambil gambar pun kesal karena memori ponselnya yang penuh. Ia pun menyerahkan bukunya pada penjaga song.
                
“aish ahjussi aku pinjam saja” tak ada jawaban jungrin pun mendekati penjaga song yang sibuk mencatat data peminjaman buku.
                
“kau pinjam buku kelas 12?” tanya penjaga song dengan menaikan sebelah alisnya. Jungrin tampak berdiri di samping kyuhyun sambil menatap penuh selidik.
                
wae?” tanya kyuhyun yang masih mempertahankan ekspresi wajahnya.
                
aniya, hanya saja gadis di sampingmu ini juga sering meminja buku seperti ini. Kalian pasti akan cocok ah atau kalian bisa jadi rival” ucap penjaga song ramah. Kyuhyun tampak tertawa remeh, ya meremehkan jungrin. Di lihat darimanapun memang tingkah jungrin tak meyakinkan, dilihat dari kelakuannya di sekolah yang pemalas, cengengesan,dan bahkan sering mendapat hukuman karena terlambat. Benar-benar tak telaten!. Jungrin tampak terusik dengan tatapan kyuhyun lagi lagi ia hanya berkata.
               
 “jangan pernah menatapku seperti itu anak baru” lalu menyerahkan buku nya pada penjaga song. Setelah itu jungrin keluar dan di ikuti kyuhyun di belakangnya.
                
“aku masih tak percaya kau itu siswa berprestasi” ucap kyuhyun santai, membuat jungrin berhenti. Memandang sengit kyuhyun
               
“aish geu saram-I jinjja! Apa harus kutunjukkan eoh?” ucap jungrin dengan nada marah. Kyuhyun tertawa sambil melambaikan tangannya.
                
ani, aniya. Aku sudah melihatmu di kelas tadi. Aku hanya butuh satu pembuktian” ucap kyuhyun setelah itu. Membuat jungrin menatap dengan rasa penasaran
               
 “mwonde?”
               
                                                                   TBC!


Minggu, 15 Februari 2015

Fanfiction Series : My Lovely Target

TITLE                      =  My Lovely Target
                        AUTHOR              = LISA MELINDA
                        CAST                      = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          KIM JONG WOON
-          KIM KIBUM
-          ETC.
GENRE                  = SCHOOL LIFE,AU
LENGTH                = MINI SERIES
DISCLAIMER       = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
                                                GAK SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
                                                WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jungrin, gadis yang sering datang terlambat jika pergi sekolah. Mungkin jika di hitung hampir setiap hari ia mendapat hukuman karena terlambat. Walaupun begitu jungrin adalah gadis yang cukup pintar dibidang akademik. Hari ini ia sedang mengepel lantai, maju mundur dengan keringat yang bercucuran. Ia benar-benar lelah mengepel lantai yang berulang kali di injak oleh siswa lain padahal masih basah. Ia menyeka keringatnya, lalu mengoceh tak jelas.

‘awas saja jika ada lagi yang lewat, ku do’akan semoga terpeleset’ batin jungrin

Hari ini ada sebuah acara, entahlah jungrin tak mau tau hal itu. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan hukumannya. Seorang laki-laki pun lewat, dengan langkah congkak yang membuatnya semakin tampan. Tiba-tiba, ia terpeleset karena tidak melihat palang yang berwarna kuning.

“YAK! AIHH”

ommo!! Mianhae,jja kubantu” jungrin berusaha menarik tangan laki-laki ini, tapi ditepis oleh laki-laki ini. Bangun dengan wajah ditekuk, jungrin memperhatikan laki-laki tersebut.

“KAU BISA MENGEPEL TIDAK?!” cerca laki-laki itu tepat didepan wajah jungrin

mi mian” jungrin tergagap, merasa sedikit takut dengan teriakan laki-laki dihadapannya.

yeoja babo!!” hardiknya, jungrin merengut kesal. Apa kata ‘maaf’ nya tak dihargai disini?

“YAK! KAU PIKIR KAU SIAPA EOH? Kau merasa pintar?! Seharusnya aku yang marah! Gunakan matamu dengan baik!! Kau bisa melihat palang itu kan? Atau matamu itu katarak! Seharusnya pekerjaanku sudah selesai dari tadi! Tapi hanya karena kau! Waktu ku terbuang sia-sia! Kau yang bodoh!! Jika kau salah seharusnya kau merasa bersalah! Jangan imbaskan pada orang lain!” cerocos jungrin panjang lebar. Laki-laki  tersebut hanya melongo tak percaya.

“KAU YANG SIAPA! MEMANG KAU YANG BODOH! Kau tak tau aku siapa?” kyuhyun,laki-laki ini mencoba memamerkan diri

“apa peduliku? Kau namja katarak, kau namja jelek, bahkan namja bodoh sekalipun aku tak akan peduli!! Minggir!! Jangan menghalangi jalanku!” jungrin pergi sambil mendumel tak jelas dan menghempaskan kain pel dengan asal.
Kyuhyun menganga lebar,

“hah!! Yeoja itu benar-benar minta dihajar ya?” gerutu kyuhyun,sebenarnya hari ini adalah
acara penyambutan untuk kyuhyun. Berlebihan? Tidak, karena memang kyuhyun anak pemilik sebuah grup ternama di korea, yang juga pemilik sekolah unggulan tersebut. Maka dari itu dibuat sebuah acara. Jungrin tak mengetahui itu sama sekali.
                
         Jungrin masuk kekelasnya,tampak sepi. Semua siswa sedang tak ada di kelas. Ia celangak-celinguk mencari temannya. Tiba-tiba seorang gadis masuk,
               
             “jungrin-ah!!” ujar gadis tersebut setengah berteriak
              
             “kenapa sepi?” tanya jungrin

“hah~ para siswa berkumpul di lapangan, ada acara penyambutan untuk beberapa siswa yang baru masuk di SMA ini” jungrin hanya mengernyitkan dahi, hanya karena ada murid baru
seluruh sekolah jadi heboh? Sehebat apa mereka?
              
           “tapi acaranya sudah selesai, kita hanya di suruh istirahat hari ini. Aku benar-benar berterima kasih pada 3 namja itu. Karena mereka kita tak belajar hari ini!!” lanjut teman jungrin –sunhwa dengan sumringah.
              
             “jeongmal?!” jungrin ikut sumringah
               
             “AAAAAA” mereka berteriak sangking senang nya -_-
               
             “dan kau tau? Mereka begitu tampan!!” tambah sunhwa dengan begitu senangnya.
       
        “aish jinjja! Kau ini ada-ada saja. Yang penting hari ini kita bebas! Ah aku mau ke perpustakaan, mau ikut?” ajak jungrin. Sunhwa menggeleng
                
              “lebih baik ke kantin, tangki ku kosong” jawab sunhwa sambil mengelus perut nya
                
“aish yasudahlah” jungrin berlalu

                AT LIBRARY
                Jungrin masuk,menebar senyum ke seluruh penjuru perpustakaan. Ia menghampiri penjaga song
Yang sedang mengupas apel.
                
ahjussi!!” teriak jungrin, tiba-tiba penjaga song mengacungkan pisau nya ke leher jungrin.
                “kau pikir kau siapa? Berani membuka rahasiaku?” ucap penjaga song dengan penuh penekanan
                
ahjussi –“
                
“jangan pikir aku tak berani membunuhmu!bocah sial!” potong penjaga song
                
ahjussi –“
                
“ahh bagian mana dulu yang akan kusayat eoh?” penjaga song mengeluarkan seringainya
            
ahjussi! Berapa kali harus kubilang? Aktingmu jelek!” celetuk jungrin lalu membuat lambang ‘X’ dengan kedua tangannya.
                
jeongmal? Hah?” penjaga song terduduk,menopang dagunya di meja.
                
“aku sudah berulang kali mempelajari setiap ekspresi actor di drama. Tapi apa aktingku masih jelek? Aigoo aku kemarin mencoba melamar menjadi pemeran psikopat dalam sebuah film. Tapi aku ditolak karena sutradaranya bilang aktingku malah seperti penagih hutang” penjaga song bercerita
               
“kurasa penjaga perpustakaan memang perkerjaan yang cocok untukmu ahjussi” jawab jungrin
               
“berhenti memanggilku ahjussi! Umurku masih 30 tahun bodoh!”
                
waeyo? Umurku 16 tahun” jawab jungrin polos, penjaga song menepuk dahinya
               
 “sudahlah, hari ini ada novel. Baru datang pagi ini, kau mau baca yang mana?” 

                *****
                Jungrin duduk dibangku taman, ia tengah membaca novel. Tiba-tiba 3 laki-laki mengampirinya,
                
“ohh disini kau yeoja tengil” ucap sebuah suara, jungrin mendongak. Mengernyitkan dahi karena merasa tak mengenali beberapa laki-laki dihadapannya. Kembali merunduk,membaca novelnya. Lalu kembali mendongak, seakan mengingat sesuatu.
                
“kau tak tau aku ini siapa?” kyuhyun mengeluarkan seringainya. Jungrin mengangguk polos lalu kembali membaca novel. Karena memang ia merasa itu tak penting
                
“YAK! KAU TAK TAU AKU SIAPA?!”laki-laki tersebut –kyuhyun naik pitam. Jungrin berhenti membaca,menutup novelnya lalu mendongak
                
“ahh~ sebentar, aku tampaknya ingat” ucap jungrin sambil menaikkan kaki kiri diatas kaki kanannya.
                
“hah?” kyuhyun tampak tersenyum angkuh
                
“kau namja yang terpeleset tadi kan?” lanjut jungrin dengan menyipitkan matanya.

“hah? Aku anak pemilik sekolah ini? Apa kau tak melihat sekolah ini mengadakan acara karena aku masuk ke sekolah ini. Kau tak takut kalau sewaktu-waktu aku bisa mengeluarkan mu dari sekolah ini?”ralat kyuhyun segera dengan memberi tau identitasnya, jungrin tertegun

“kalau begitu aku harus melakukan apa?” jungrin seperti akan menyerah,tapi bukan seperti itu kenyataannya.

“minta maaf dengan berlutut dihadapanku” jawab kyuhyun masih setia dengan seringainya

“kyu –“ cegah jong woon, yang ditahan oleh kibum.

“maaf-maaf saja,aku tak pernah berlutut dengan siapapun. Kau bukan tuhan, bahkan kau bukan yang memberikanku kehidupan. Pada orangtuaku saja aku tak pernah berlutut, apalagi dengan namja abal-abal sepertimu” cibir jungrin dan pergi berlalu.

“kau benar-benar berlebihan kyu” jong woon hanya geleng-geleng kepala melihat kyuhyun yang termenung.

“sudahlah, kau tak takut pada yeoja kan?” sindir kibum,
                
PLETAK!
                
Kyuhyun menjitak kepala kibum,
               
 “aww”
                “mana mungkin kan!” gerutu kyuhyun sambil menggenggam erat tangan kanannya, sampai buku-buku tangannya memutih.

                Jam istirahat berakhir, jungrin memasuki kelasnya sendirian. Berhubung jungrin biasanya tidur di perpustakaan sekolah ataupun hanya bermalas-malasan dikursi taman,ia selalu sendiri jika waktu istirahat tiba. Gadis ini masuk dengan langkah santai, sampai ia melihat ada 3 kursi ditambah di barisan depan. Jungrin mengernyitkan dahi lalu mendudukan dirinya dibangku paling belakang miliknya. Sepersekian menit kemudian nam seonsaengnim masuk di iringi 3 pria dengan lagak brandalan walaupun mereka semua tampak memukau karena poin plus dari wajah tampan mereka. Jungrin yang hanya menangkupkan kepalanya akhirnya mengangkat kepalanya, lalu wajah polos tersebut menegang. Jungrin mendengus sebal lalu membuang muka kearah jendela. Seperti lebih tertarik dengan keadaan luar dibanding dengan kelasnya.  Ia tau, 3 pria itu adalah anak baru yang membuat ulah dengannya tadi.
                
“apa mereka begitu pintar sampai masuk saja langsung masuk di kelas unggulan” gerutu jungrin dalam hati. Wajahnya ditekuk, seperti nya ia akan pindah sekolah nantinya. 3 kursi kosong tadi di isi oleh 3 pria tersebut. Semua gadis yang berada dikelas menatap takjub 3 pria di barisan depan. Jungrin semakin menekuk wajahnya,
                
“mereka akan mendapat penggemar yang banyak nantinya” lirih jungrin tampak semakin murung. Jungrin berusaha mengingat hafalan yang ia lakukan semalam. dan ia ingatan tersebut sirna di karenakan moodnya yang sudah memburuk
                
“tadi sudah hafal! Kenapa lupa lagi!” ucap jungrin setengah berteriak dan ditatapi semua yang ada dikelas.
                
lee jungrin, waeirae?” tanya nam seonsaengnim, jungrin mengangkat kepalanya. Ucapannya menarik perhatian semua orang. Ia segera menutup mulutnya dan menggeleng seperti orang bodoh. Kyuhyun memperhatikan jungrin dengan seringai kejam nya. Jungrin yang sadar di tatapi pun memberi kyuhyun tatapan sinis nya dengan memicingkan kedua matanya.
               
jam pelajaran di sekolah pun telah habis, semua siswa membereskan bukunya masing-masing menuju loker lalu pulang. Jungrin tengah memasukkan beberapa buku, sampai sebuah tangan menutup kasar loker tersebut.
                
“YAK!” Teriak jungrin tak terima, untung saja ia langsung menghindar. Jika tidak, maka tangannya sudahlama terjepit. Jungrin menautkan sebelah alisnya, dengan tatapan datar yang ia tujukan pada seorang pria di hadapannya.
                
museun iriya? Belum puas ? Aku lelah! Pulang sana?!” jungrin membalik badannya menjauhi pria tadi –kyuhyun. Kyuhyun tersenyum angkuh, tangannya masih bertengger pada loker.
                
“semua yeoja yang melawanku, akan takluk pada pesonaku” gumam kyuhyun dengan smirknya.
                ***********
Jungrin sampai di rumahnya, menghempaskan tubuh kurusnya pada sofa ruang tengah.
               
 “appa sudah pulang?” tanya jungrin pada pelayan Park yang tadi menyambutnya.
               
 “belum nona” jawab pelayan Park sopan, jungrin manggut-manggut.
                
“dasar! Apa urusan Negara lebih penting daripada keluarga sendiri” cibir jungrin lalu menghela napas panjang karena kelelahan. Jungrin adalah anak tunggal dari pasangan lee hyun guk yang seorang menteri luar negeri dan jang man ok yang seorang pewaris RS internasional, yang sebenarnya adalah seorang dokter juga. Jungrin juga mempunyai seorang kakak yang kuliah di Oxford, inggris.
               
 “eomma ada di kamar?” tanya jungrin menaiki tangga,
                
“nyonya juga belum pulang, mungkin masih banyak pasien yang harus di tangani” jungrin menyangga dagunya pada pegangan di tangga. Lagi-lagi menghela napas panjang, ia pun kembali melanjutkan jalannya menuju kamar. Mengganti baju dan membasuh diri.
               
 Di dalam kamar jungrin tengah belajar mengisi beberapa soal. Menutup buku karena rasanya yang membosankan. Ia memperhatikan jam mungil yang berdiri di pinggir meja belajarnya.
                
“sudah jam 10, apa eomma belum pulang juga?” jungrin mengambil jaketnya lalu keluar mengambil sepeda menuju rumah sakit untuk menemui ibunya. Di jalan menuju rumah sakit, jungrin menyempatkan diri membeli es krim.
                ************

Satu minggu setelah mereka masuk sekolah, sekolah itu benar-benar menjadi ramai. Jungrin memang memperkirakan dari awal. Karena sekolah masih heboh dengan adanya 3 anak baru itu. Jungrin lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan dengan bercerita atau sekedar membaca buku. Ya, teman paling akrab di sekolah hanya penjaga perpustakaan yang setia dan bahkan cukup  ramah untuk anak-anak seperti jungrin.
                
“akhir-akhir ini aku jarang melihatmu berlatih acting, ahjussi” jungrin mencomot satu potong kiwi yang ada di piring putih.
                
“bukannya kau sendiri yang mengatakan actingku jelek?” jawab penjaga song sekaligus menggerutu.
                
“hah~ kenapa perpustakaan semegah ini tak ada yang menyelipkan komik ya?” jungrin mengacuhkan penjaga song dan kembali mencomot beberapa buah kiwi.
                
“kau pikir ini toko buku?” celetuk penjaga song yang bersandar pada kursi dan mulai membuka sebuah buku yang lumayan tebal. Jungrin menoleh kesal, ia sedikit penasaran apa yang dibaca penjaga song.
                
ahjussi membaca apa eoh?” jungrin menegakkan badannya ketempat penjaga perpustakaan.
               
 “sebuah buku tentang psikologi” jawab penjaga song dengan menunjukkan cover depan buku itu. Jungrin memanyunkan bibirnya,berusaha untuk mencibir.
               
  “mwonde?” sambar penjaga song dengan tatapan sakartis, jungrin tercengir begitu saja.
               
 “hehe ani
                ******
                Ke esokkan harinya, saat di pagi hari. Ketika para siswa baru memasuki gerbang sekolah. Jungrin datang sambil melihat jam di ponselnya.
                
“5 menit lagi bel baru berbunyi” gumamnya lalu menyimpan ponselnya di dalam tas. Ia melihat seorang laki-laki yang tengah berjalan di sampingnya yang baru menempelkan earphone pada telinganya, yang sebenarnya sedikit jauh dari jungrin. Jungrin melirik sinis,terlihat dari ekor matanya. Ia lalu mendesis kesal
               
 Lalu di tempat kyuhyun, kibum dan jong woon muncul setelah memarkirkan mobil ferarri mereka. Mereka berdua merangkul kyuhyun yang tengah berjalan sendirian, yang membuat kyuhyun kesal karena tubuhnya yang sedikit terdorong akibat itu.
                
“ya ya! jangan marah dulu eoh. kami sudah mendapatkan apa yang kau mau” ujar jong woon meninju pelan bahu kyuhyun, kibum mengangguk menyetujui.

                
“apa yang kalian ketahui?” tanya kyuhyun melirik dengan ekor matanya. Jong woon tersenyum sambil melirik kibum yang juga ikut tersenyum.
                
“gadis itu hanya gadis yang sering terlambat, tapi kudengar dia memiliki nilai akademis yang baik. Jadi dia mendapat bea siswa dan mengikuti kegiatan apa ya? aish aku lupa” jong woon menggaruk pelan kepalanya, yang membuat kyuhyun kesal hingga ia hampir melayangkan pukulannya.
                
“ya! aku lebih tua 6 bulan darimu” ucap jong woon menghindar, kyuhyun mengurungkan niatnya. Hingga kibum menoyor(?) kepala jong woon dan ia yang melanjutkan penjelasannya.
               
 “saat baru masuk kelas 10 dia sudah mendapatkan banyak surat cinta, ya tentu saja karena daya tarik wajahnya. Ia tak memiliki teman dekat di kelas kecuali penjaga perpustakaan sekolah ini, ia dulu gadis yang periang dan banyak yang berteman dengannya. Aku mendengar itu dari jang hyun yang sempat sekelas dengannya waktu kelas 10. Yah pokoknya akan ku beri kau catatanku ketika menjadi detektif gadungan kemarin” jelas kibum sambil mengerlingkan matanya, kyuhyun menoleh
                
“lalu bagaimana dengan latar belakang keluarganya?” tanya kyuhyun lagi,. Kibum tampak berfikir
               
“saat pengambilan rapot tahun lalu, ia di wakili oleh seseorang dan itu bukan keluarganya. Sedikit misterius memang, karena tak ada yang tau ia berasal dari kalangan mana” jawab kibum,kyuhyun menerawang lalu tersenyum simpul
                
“ngomong-ngomong dia itu gadis yang cantik, apa sebaiknya kau serahkan saja dia padaku” ujar jong woon dengan senyum nakalnya
                
“Ck! Sejak awal dia adalah incaranku, jangan pernah menyentuhnya karena aku pasti akan mendapatkannya” jawab kyuhyun dengan angkuh.

“berani taruhan?” tantang jong woon

“siapa takut” jawab kyuhyun melakukan high five dengan jong woon. Di balik itu, kibum tersenyum misterius.

Di dalam kelas, semua sudah tampak ramai. Hanya jungrin yang belum kelihatan di bangkunya Jungrin tampak sedang terdiam di depan pintu kelas, ia menggeser pintunya dan membungkuk hormat kepada seonsaengnim yang tengah mengajar. Hingga ia di persilahkan masuk dan duduk di tempat semestinya,dan yang tengah ia lakukan selanjutnya adalah melamun, menatap pohon yang daun-daunnya berguguran meruntuhkan satu persatu daunnya.
        
Kyuhyun yang sudah duduk di belakang,lebih tepatnya di samping jungrin pun menatap jungrin dengan seksama. Entah keanehan apa yang muncul di mata kyuhyun. Yang ia lihat sekarang adalah wajah jungrin yang bercahaya dengan rambut panjang yang sedikit berhembus akibat angin kecil yang berhembus lewat jendela yang sepenuhnya terbuka di samping jungrin.
                
Kyuhyun mengucek matanya, lalu tampak memaksakan diri fokus pada seonsaengnim yang tengah mengajar.
                ‘tenang cho kyuhyun, mungkin matamu sedang bermasalah’ batin kyuhyun.

~FlashBack~
Jungrin tengah berada di toilet dan tanpa sengaja menguping beberapa siswi yang biasa bergosip di dalam salah satu bilik toilet.
                
wae? Jungrin tak masuk kelas tadi?” ucap sebuah suara yang di dengar jungrin. Jungrin tetap diam sembari memasang telinganya agar mendengar lebih jelas percakapan tersebut.
                
“hah geu yeoja, apa kau pikir dia sedikit dungu karena tak bisa menjaga waktu tidurnya?” desis suara gadis tersebut lalu di iringi dengan tawa suara lain.
                
“ah~ mungkin dia tipe gadis fangirl. Kau lihat matanya yang terlihat lebih sipit tadi? haha” tambah yang lainnya.
               
 “yah ku akui dia cukup manis, tapi ingatkah kalian ketika kelas 10 kemarin?”
                
“ne, ia bertingkah sok pintar begitu”
                
Hingga sebuah nada dering ponsel berbunyi di salah satu bilik toilet. Hingga membuat gadis yang sedang bergosip tadi terdiam lalu mendekati satu persatu bilik kamar mandi untuk mengetahui ponsel yang berbunyi.
                
Di dalam bilik jungrin merutuki ponselnya yang mendapat panggilan dari ibunya.
               
 JDAR!
                
Mereka memukul keras pintu tersebut.
                
nawa!   Aku tau kau di dalam, apa kau sedari tadi menguping eoh? palliwa!”  lalu terdengar suara kunci terbuka. Mereka sedikit menjauh dari pintu, kala jungrin membuka pintu tersebut para gadis tadi menganga tak percaya. Jungrin menatap dengan datar satu persatu gadis tersebut yang ternyata terdapat 3 orang. Hingga ponselnya kembali berbunyi, ia segera keluar toilet wanita sambil menjawab panggilan ibunya.

 “yeobboseyo?”
               
 “ne
                
Jungrin berjalan menuju kelas, ia tampak dengan wajah santainya berjalan.
                
‘alasan utama kenapa aku tak memiliki teman dekat adalah karena tak ada yang mau berteman denganku secara tulus. Di awal masuk sekolah banyak teman yang mendekatiku dengan alasan karena aku dapat menyelesaikan soal-soal susah dari seonsaengnim. Dengan begitu, baik tugas biasa maupun tugas perkelompok mereka serahkan padaku. Aku pintar dalam urusan otak tapi aku bodoh karena terlambat mengetahui alasan mereka berteman dekat denganku. Menjadi yang terpintar tak akan membuat semuanya berjalan seperti apa yang kau mau’
               

                                                                                TBC


Selasa, 20 Januari 2015

nih lagu dari SUNG SI KYUNG, Ya bagi yang ga asing ama ni nama dia ini salah satu idolanya kyuhyun Sj. jadi menurut gue pribadi sih emang suaranya rada mirip yak :v dan kalo yang ga asing ama ni lagi ini lagu itu salah satu soundtracknya nya the heirs, yang suka di dengerin ama Cha eun sang. ni lagu juga pernah di nyanyiin song joongki pas fanmeet :v 

Lirik lagu: Two People
Jichin haruga gago dalbitarae du saram.
Hanaui geurimja.
Nun gameumyeon japhildeut aryeonhan. Haengbogi.
Ajik jeogi itneunde.

Sangcheoipeun maeumeun neoui ggummajeo geuneureul deuriwodo.
Gieokhaejwo apeudorok saranghaneun sarami gyeote itdaneun geol.

Ddaeroneun i giri meolgeman boyeodo.
Seogeulpeun maeume nunmuri heulleodo.
Modeun iri chueoki dwilddaeggaji.
Uri du saram seoroui swilgosi dwieojuri.

Neowa hamkke georeulttae eodiro gaya halji.
Giri boiji anheulttae, gieokhalge neo hanamaneuro.
Nuni busideon geu narui sesangeul.

Yeojeonhi seotulgo ddo bujokhajiman.
Eonjekkajina ne gyeote isseulge.
Kamkamhan bam gireul irhgo hemaedo.
Uri du saram seoroui deungburi dwieojuri.

Meon hutnal mujigae jeo neomeoe.
Uriga chatdeon kkum geogi eobtda haedo.
Geudaewa na hamkke bonaeneun.
Jigeum i sigandeuri.
Naegen geuboda deo sojunghangeol.

Ddaeroneun i giri meolgeman boyeodo.
Seogeulpeun maeume nunmuri heulleodo.
Modeun iri chueoki dwiddaeggaji.
Uri du saram seoroui swilgosi dwieo.

Seotulgo ddo bujokhajiman.
Eonjekkajina gyeote isseulqe.
Mojin baram dasi bureowado.
Uri du saram jeo gachin seworeul jinagari.

Minggu, 18 Januari 2015

Curhatan :v

ini pertama kali buat blog, udah sekian lama mau buat baru kesampean 2015 :v please lah ketinggalam jaman banget yak -_- nama lengkap Lisa melinda, sekarang sih masih kelas 10.

karena ga berpengalaman jadi Blogger, sekarang mau belajar dulu sebagai pemula ahaha. bagi yang mau follow :v unamenya @Realisa_melinda yakali alay suka dikatain temen gegara pakek 'Real'

Lisa itu kpopers, elf tepatnya jadi udah biasa kalo ngepostnya entar pada fanfiction ahaha :v
TITLE                      =   I KNOW YOU
                        AUTHOR                = LISA MELINDA
                        CAST                      = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          ETC.
GENRE                   =AU
LENGTH                = FICLET
DISCLAIMER        = DON’T BASH! WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai.

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
               
                Di sudut kafe, seorang wanita dengan balutan baju casual duduk dengan elegannya. Di temani dengan secangkir susu mocca kesukaanya dan sebuah PC. Mengetik beberapa hal yang mungkin menjadi pekerjaan wajibnya sekarang, mengingat usianyna yang sekarang sudah berumur 22 tahun. Wanita karir yang berambut pendek seperti polisi wanita ini menyesap  mocca hingga menimbulkan suara.
                Tak lama setelah itu datag seorang pria tampan dengan jas berwarna abu-abu datang dengan senyum merekah. Menjadi pusat perhatian kala ia memasuki pintu kafe tersebut. Ia mendudukan diri tepat di hadapan wanita tadi.
                “hah?! Apa ini? Tampilan baru lagi? kau memotong rambutmu lagi. seperti patah hati saja. Well, kau masih tetap cantik” cibir pria tersebut sedikit tersentak melihat penampilan wanita dihadapannya.
                Wanita tersebut hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar PC dihadapannya. Pria tersebut hanya mendengus kasar melihat respon yang di tunjukkan wanita di depannya.
                “apa yang kau lakukan disini?” tanya wanita tersebut dingin. Pria tersebut tersenyum remeh
                “aku hanya lewat sekitar sini, dan yah melihatmu” ujarnya lalu menyandarkan diri pada kursi besi tersebut. Wanita berbaju abu-abu biru tersebut hanya menatap datar laki-laki di tersebut.
                “jadi apa keputusanmu?” tanya pria tersebut lalu memajukan badannya agar lebih dekat.
                “aku belum memutuskan apa-apa, aku tak mempunyai minat terhadapmu”
                “hah? Minat dan ketertariak heh? Kau terus membicarakan hal itu” cibir pria tersebut membuang muka ke arah kiri.
                “sebagai contoh, jika kau tak punya minat atau ketertarikan akan sesuatu bagaimana kau akan mengerjakannya secara suka rela?”
                “yah~ kau benar nona lee” jawab pria tersebut acuh, wanita tersebut menutup PC nya secara paksa. Seakan meredam kesal pada pria di hadapannya.
                “wajahmu lumayan” ujar wanita bernama lee jungrin tersebut.
                “jangan lupakan aku juga pintar dan mapan” jawabnya tersenyum simpul.
                “aku mengakui itu kyu” jawab jungrin singkat dengan senyum manisnya.
                “lalu apa yang membuatmu berkali-kali menolakku? Seharusnya kau sudah menyukai ku sejak pertama” tanya kyuhyun agak paksa, jungrin menghela napas.
                “sudah kubilang –“
                “tapi seharusnya kau harus mencoba!” ucap kyuhyun setengah berteriak.
                “kau tau aku tampan bahkan mendekati sempurna?! Apa itu tak cukup?” lanjut kyuhyun dengan emosi yang sudah nampak ke permukaan. Jungrin menanggapi santai hal tersebut, sudah terlalu biasa menanggapi hal seperti ini.
                “jika pun aku menyukai seseorang sudahpasti kukatakan dari awal” ujar jungrin menyesap mocca yang sudah setengah cangkir. Kyuhyun diam,
                “lalu apa kali ini kau tak berani mengatakannya padaku?” tanya kyuhyun seperti menaruh harapan. Jungrin tertawa ringan
                “dulu pernah ada seseorang pria yang pintar namun tak cukup tampan sepertimu tapi ia sanggup menarik perhatianku” ujar jungrin menceritakan masa lalunya saat SMA.
                “aku mengajaknya mengobrol duluan, kami akrab sebagai teman biasa lalu aku menyatakan cintaku. Begitu sederhana bukan?” kyuhyun terkesiap mendengar cerita jungrin. Menyatakan cinta? Apa semudah itu bagi wanita sepertinya?. Kyuhyun baru saja ingin mengucap dengan cepat jungrin menyela.
                “aku tak terlalu peduli apakah yang kulakukan itu hal umum atupun hal yang tidak wajar dilakukan. Lagipula setelah itu aku tau bahwa pria yang ku cintai ternyata memiliki kekasih” jungrin tertawa hambar sembari menatapi jendela kafe yang mulai dijatuhi butiran air dari langit. Hari mulai mendung sekarang.
                “kau seperti menyuruhku mencari wanita lain saja” cibir kyuhyun tanpa menatap jungrin. Jungrin menolehkan kepala menatap mata kecewa kyuhyun. Jungrin tersenyum samar
                “tidakkah menurutmu itu hal yang bagus? Kau bisa mencobanya” ujar jungrin menanggapinya dengan santai. Kyuhyun terkejut mendengar ucapan itu, tersenyum miris menatap mata cokelat jungrin.
                “kau tak akan menyesal?” jungrin memainkan cangkir minumannya, mengangguk mengerti.
                “aku mungkin menyesal, tapi tidak untuk saat ini” jawab jungrin masih santai. Kyuhyun meringis kesal
                “kau benar! Aku harus mencari wanita lain” kyuhyun tertawa kecil, berdiri dengan tegap lalu pergi dengan kesal. Walaupun begitu jungrin terus menatapi sosok yang pergi menjauh itu, tak kala setelah itu ada seorang gadis yang menutup mata kyuhyun dan berkata ‘tebak siapa aku?’
                Jungrin menatap datar, lebih datar dari biasanya. Kyuhyun yang sudah berada disebrang jalan sembari menggandeng gadis di sampingnya menatap was-was kearah kafe, jungrin tersenyum manis ke arahnya ketika mata mereka tak sengaja saling bertemu membuat kyuhyun salah tingkah. Jungrin terus menatap senang kearah kyuhyun.
                Wanita ini masih setia dengan senyum manisnya. Ia membuka PC nya, bukan berarti ia akan melanjutkan pekerjaan yang tadi tertunda. Tapi ia mengetik sesuatu seperti kata penyesalan, ia merasa menyesal atas perlakuannya tadi. Walaupun begitu ia merasa bersyukur mampu membuat pria tadi menyerah.
                ‘aku memotong rambutku karena memang aku patah hati. Lebih dari dua kali aku melihatmu seperti itu dengan wanita yang berbeda. Tidakkah kau tau itu kyu? Aku memang mencintaimu. Semua daya tarikmu mampu membuatku terpikat. Tapi untuk bersamamu? Kukira kau harus memutuskan hubungan diantara mereka. Aku tak mau menjadi orang ketiga diantara kalian, atau orang yang kesekian kalinya. Aku tau kau’
                Tersenyum menatapi jalanan yang sudah diguyur basah oleh hujan. Ia pun tak sengaja meneteskan air mata.
               
                                END