TITLE = My Lovely target #2
AUTHOR = LISA MELINDA
CAST = - LEE JUNGRIN
-
CHO KYUHYUN
-
KIM JONG WOON
-
KIM KIBUM
-
ETC.
GENRE =
SCHOOL LIFE,AU
LENGTH = MINI SERIES
DISCLAIMER = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
GAK
SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
WARNING!!!
Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai
~~~~~~~~~~~~~~STORY
BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
‘Dia gadis yang dekat dengan penjaga perpustakaan’
‘cih!
Bahkan mereka lebih terlihat seperti pasangan’ cibir kyuhyun yang tengah duduk
sambil membaca buku sekaligus mencuri beberapa lirikan.
Tiba-tiba seseorang berlari
muncul sambil terengah-engah dan menunjuk-nunjuk keluar pintu.
“rin-ssi! Di sana! Hah! Hah!
Hah! Aish!” jungrin dan penjaga song tampak memperhatikan laki-laki yang tengah
terduduk karena kelelahan berlari.
“tenangkan dulu dirimu” ucap
penjaga song, jungrin mendekat
“wae?” tanyanya. Anak laki-laki
tersebut tampak menelan ludah terlebih dahulu lalu mengambil napas panjang saat
jungrin ikut duduk di depannya.
“lee jinki terjatuh saat
pengambilan nilai lari tadi, tangannya disini –“ laki-laki itu tampak menunjuk
bagian dilengan kanan
“- luka, lecet yang parah dan
beberapa luka lain di kaki. Dia sekarang ada di ruang kesehatan, tapi dokter
sekolah baru saja pulang karena anaknya terkena demam tinggi” Jungrin
melebarkan matanya dan segera berlari.
“jika hal ini penting kenapa tak
kau katakan dari tadi” cibir penjaga song yang mendapat cibiran balik dari
laki-laki tersebut. Kyuhyun yang melihat jungrin berlari keluar pun ikut
keluar, ia juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi. Memang apa hubungannya
dengan jungrin?
Sesampainya diruang kesehatan
yang pintu masuknya saja sudah penuh sesak, membuat jungrin yang bertubuh cukup
kecil itu harus berusaha menerobos masuk.
“YA! jika kalian tak membantu
sama sekali sebaiknya jangan mengerubungi ruang kesehatan seperti ini. Penuh
sesak!” ucap sebuah suara di dalam. Jungrin akhirnya masuk ketika beberapa
orang membuat celah untuk dirinya masuk.
“jungrin-ssi?! Ah cepat tolong
jinki” jungrin mengangguk ketika jonghyun meminta pertolongannya. Ia mendekat
kearah jinki.
“ambil
kasa,alcohol,tissue,betadine,dan air mineral” ucap jungrin lalu melihat
beberapa luka. Lee jinki dengan peluh yang terus menetes terus meringis
kesakitan.
“ada luka lain selain ini?”
tanya jungrin, jinki menggeleng tak tau.
“jonghyun-ssi bantu aku melepas
sweater jinki-ssi” jonghyun mengangguk dan membantu melepaskan sweater di
tangan kiri. Setelah terlepas secara perlahan jungrin tampak diam sejenak
ketika melihat sweater dibagian lengan kanan terkoyak.
SRAAT!
Jungrin menarik cepat sweater
tersebut , membuat beberapa suara terkejut dari beberapa kerumunan yang hanya
menonton di depan pintu.
“beri dia minum, aish dia tampak
begitu tegang” ujar jungrin menatap kasihan lalu mengambil alcohol dan tissue.
Jonghyun memberikan jinki minum dan mengelap keringat di wajah jinki.
“kumohon tahan sedikit, aku
harus membersihkan lukamu dulu” ucap jungrin yang akan menyiramkan alcohol pada
luka. Seketika itu, jinki tampak mengerang kesakitan
“ah! Panas! Assshh! Appoyo”
ringis jinki. Jungrin hanya diam sambil membersihkan beberapa debu dan pasir
yang menempel pada luka. Ia lalu memberika betadine dan membalutnya dengan
kasa.
“lebih baik kau ke rumah sakit
setelah ini, kau akan diberi beberapa obat dan salep. Istirahatlah dulu” ucap
jungrin lalu memberikan betadine pada luka kecil yang terdapat di kaki jinki.
“orang tuanya sudah dihubungi?”
tanya jungrin
“ne, sedang menuju kesini” jawab
jonghyun. Jungrin mengangguk dan hendak melangkah keluar. Langkahnya terhenti,
matanya menatap bingung melihat segerombolan orang yang tadi memenuhi pintu
masuk kini menyingkir secara perlahan. Di balik gerombolan tersebut terselip
kyuhyun yang menatap sinis gadis tersebut, walau dalam hatinya ia benar-benar
kagum dengan sosok jungrin.
*********
Di dalam kelas yang sudah tampak ramai, hanya menunggu guru Matematika
mereka masuk ke kelas saja. Di dalam kelas yang tampak rusuh itu, di pojok
paling belakang jungrin sibuk menundukkan kepala. tak menerima perhatian dari
sekitar, dia terus saja menunduk. Entah apa yang di lakukannya sekarang.
Kyuhyun yang sudah pindah ke barisan belakang pun melirik jungrin sesekali. Ia
masih penasaran apa yang gadis itu lakukan. Ia sekarang duduk tepat di samping
jungrin.
Jungrin mengangkat kepalanya,
menghela napas panjang lalu merengut sebal dan dengan cepat mendelik kea rah
kyuhyun. Membuat laki-laki ini sedikit tersentak akibat ulah jungrin.
“jangan pernah menatapku seperti
itu anak baru” sindir jungrin lalu mengeluarkan buku matematika nya dari dalam
tas. Membuka Bab baru pada halaman itu, gadis ini mengelus dagunya perlahan
sambil manggut-manggut.
Ma seonsaengnim masuk dengan
kayu panjangnya, guna memukul meja agar kelas yang gaduh menjadi diam. Ma
seonsaengnim termasuk guru killer di SMA itu.
“buka buku kalian di mulai dari
BAB 3, fungsi komposisi dan fungsi invers. Lalu di lanjutkan dengan bab 4
persamaan garis lurus. Kalian hari ini harus menghabiskan 2 BAB. Maka minggu
depan akan saya adakan pengambilan nilai. Kalian harus belajar giat, temui guru
privat kalian jika kalian masih tak mengerti”dengan serempak kelas itu
mengeluh, ada siswa yang kesal hingga menutup bukunya, ada juga yang merosotkan
badannya, dan lain-lain.
CTAK!
Kayu panjang itu berbunyi ketika
di hempaskan dengan kuat ke meja, sontak kelas itu menjadi diam sunyi senyap.
Jungrin tersenyum takjub
“aigoo, ma seonsaengnim akan
membuat anak orang mati hanya karena matematika” gumam jungrin.
Pelajaranpun di mulai, Ma
seonsaengnim menjelaskan secara cepat. Tentu dengan cepat dan terpaksa pula murid
harus mengerti. Jika tidak, hukuman akan menanti. Kyuhyun memperhatikan dengan
seksama. Bagaimanapun gurunya, ini adalah pelajaran yang ia suka sejak dulu.
Sebenarnya kyuhyun dulu
bersekolah di luar negeri, hingga ia membuat sebuah masalah dan ayahnya pun
memulangkannya dan menyekolahkannya di sekolah ini agar kyuhyun dapat lebih
mudah di awasi. Dengan kemapanan,ketampanan,tentu saja kyuhyun mempunyai otak
yang encer sebagai pelengkapnya.
Jungrin tengah memainkan
bolpoinnya, menggoyangkannya dengan tangan kanannya. Mengetuk-ngetukkannya di
kepalanya. Lalu melingkari sesuatu di bukunya, lalu memejamkan matanya seolah
ia tengah menghapalkannya di dalam otak. Ia pun memegangi perutnya
“aish, aku benci saat seperti
ini” dumel(?) jungrin lalu kembali fokus pada bukunya.
“baiklah! Setelah saya jelaskan,
ada yang dapat menyelesaikan soal ini” Ma seonsaengnim mengetok papan tulis
dengan spidol di tangannya. Melirik satu persatu muridnya yang berada di
barisan depan, tentu saja mereka tampak sibuk masing-masing. ataupun tengah
menahan rasa takut untuk ke depan.
“hah! Apa kalian memperhatikan
tadi? Soal semudah ini kalian tidak bisa hah?!” oceh Ma seonsaengnim. Tiba-tiba
seseorang dari belakang mengacungkan tangannya
“ah ye!” tunjuk Ma seonsaengnim
dengan spidol, ia mempersilahkan muridnya menyelesaikan soal yang di
berikannya.
Kyuhyun, murid tersebut
mengerjakannya dengan lancar. Dengan hasil yang benar-benar membuat Ma
seonsaengnim puas. Membuat seisi kelas riuh akibat kyuhyun yang menunjukkan
sisi kepintarannya.
“ya, Tuan muda kau pintar juga
ya” Ma seonsaengnim menepuk bahu kyuhyun dengan akrab. Kyuhyun dengan sopan
membungkuk lalu kembali ke bangkunya, tak lupa dengan senyum simpulnya.
“ya, rin-ah. Mungkin posisimu
akan bergeser nanti, aku yakin kyuhyun bisa mendapat peringkat satu” bisik
sunhwa yang berada di depan jungrin. Jungrin mengangguk meng’iya’kan
“eoh? kau tak khawatir sama
sekali?” sunhwa tampak heran melihat jungrin. Gadis ini tampak berfikir
sejenak.
“aniyo, itu berarti aku tak dapat mempertahankan peringkatku.
Mungkin juga itu sudah masanya aku turun peringkat. Kau tau, seperti sebuah
roda” jawab jungrin yang mendapat
tatapan miris dari sunhwa padahal yang sebenarnya dirasakan jungrin adalah
kekhawatiran yang amat sangat dirasa. Tiba-tiba jungrin kembali merasakan sakit
perut, ini akibat dia tak sarapan tadi. Ia mengeluarkan roti cokelat yang ada
di laci mejanya. Menunduk dalam sambil mengunyah pelan roti agar tak ketahuan,
berhubung ia juga duduk di barisan belakang. Semua nya berjalan dengan lancar
sampai jungrin memasukkan seluruh roti kedalam mulutnya. Hingga semuanya terasa
sesak di dada ketika Ma seonsaengnim menyebut nama jungrin.
Jungrin segera mengangkat
kepalanya, dan hampir tersedak roti. Ia mengap-mengap(?) lalu segera minum air
putih hingga membuat dadanya terasa lebih baik. Seisi kelas menatapnya aneh,
kecuali satu orang yang hanya tertawa kecil.
“ne, seonsaengnim!” ucap jungrin
tegas
“maju kedepan! Selesaikan nomor
2!”
“ne, algeseumnida” ucap jungrin
lalu maju ke depan, kyuhyun hanya melirik sinis gadis tersebut.
Jungrin melirik sebentar soal
tersebut lalu mengambil spidol, ia menyipitkan matanya lalu mulai menulis
jawaban yang jawabannya lebih dikit daripada milik kyuhyun. Ma seonsaengnim
melirik sinis kea rah jungrin.
“Ya! igo eottokhaeya! Jawabannya
seharusnya lebih rumit dari soal nomor 1” jungrin melirik polos,
“jawaban ini, hanya merumitkan
otak siswa” jungrin melingkari jawaban kyuhyun beserta jalannya.
“dan ini hanya sebuah
pembuktian” jungrin melingkari jawaban di baris tengah
“kita dapat menyelesaikannya
dengan mengambil jalan ini, lalu melakukan persamaan yang dapat kita pikirkan
langsung, karena jawabannya pasti sederhana” jungrin tersenyum penuh arti kea
rah Ma seonsaengnim.
“dalam matematika, banyak jalan
untuk mendapat jawaban kan,seonsaengnim?” ucap jungrin pelan sambil melirik
was-was kearah Ma seonsaengnim. Ma seonsaengnim tersenyum
“geurae, Istirahat nanti kau ke
ruanganku” ucap Ma seonsaengnim lalu duduk
“ye?” jungrin membulatkan
matanya, hingga Ma seonsaengnim mengarahkan tangannya agar jungrin segera
duduk. Jungrin menatap kosong lantai, ia tau apa yang akan di lakukan Ma
Seonsaengnim.
“Whooaa, aku jadi lebih mengerti
tentang pelajaran ini, gomawo chingu” bisik sunhwa melirik kebelakang.
******
Jungrin keluar dari ruangan Ma
seonsaengnim, ia mengurut tengkuknya sambil mengumpat kecil. Ia menuju lokernya
Ia membuka lokernya dan mendapati sekotak susu dengan sticky note yang
tertempel di depannya.
‘semoga harimu menyenangnya.
Park Dol ji XII 2’ jungrin tersenyum melihatnya.
“aigoo, dia baik sekali. Aku harus berterima kasih ketika bertemu
nanti” ujar jungrin lalu melangkah sembari meneguk susu tersebut. Hingga di
tengah jalan tak sengaja ia melihat name tag seseorang dengan lambang XII di
lengan sebelah kirinya. Jungrin berhenti
“eoh? Park Dol ji sunbae” seru jungrin, membuat orang tersebut yang
awalnya memang sudah salah tingkah pun berhenti dan berbalik. Tersenyum samar
untuk menetralisir kegugupannya.
“ne?” ucapnya, jungrin tersenyum lalu menunduk 90 derajat.
“gamsahamnida, aku telah menerima susu yang kau taruh di loker ku”
Dol ji melongo dalam diam. Ia lalu tersenyum sambil mengelus tengkuknya
“ne” jawab Dol ji, jungrin tersenyum lagi
“sampai jumpa” ucap jungrin lalu
pergi berlari. Dol ji yang masih berada di tengah-tengah koridor pun meloncat
kegirangan sambil mengepalkan tangannya dengan senang, tak sadar akan
tindakannya. Sebenarnya semua laki-laki pun melihatnya dengan tatapan sinis,
bahkan ada laki-laki yang menyembulkan kepalanya dari jendela guna melihat
kejadian tadi.
Jungrin mendaratkan lengannya di
meja penjaga perpustakaan, ia memanyunkan bibirnya melihat penjaga song yang
sibuk dengan semua lembaran yang ada di mejanya, mungkin ia tengah mendata
buku.
“aish geu ahjussi jinjja!” gerutu jungrin diiringi dengan helaan
napas. Tanpa menoleh penjaga Song bertanya.
“nugundae?”jungrin menatap penjaga song
“Ma seonsaengnim” jawab jungrin merunduk, penjaga song pun melirik
sekilas
“itu salahmu, kenapa juga kau
tunjukkan jalan alternatifmu di depan dia, seharusnya kau selesaikan saja soal
itu dengan langkah sederhana seperti di buku. Jika seperti itu kau pasti tak
akan di suruh mengerjakan soal susah seperti tahun lalu” ucap penjaga song
masih sibuk mendata.
“mwo? Ahjussi tau?” jungrin berdiri tegap ketika itu.
“tentu saja aku melewati kelasmu
tadi, aku melihatmu yang seperti orang hampir mati karena tersedak” cibir
penjaga Song. Jungrin memanyunkan bibirnya.
“jja! Apa buku baru sudah
datang?” tanya jungrin, Penjaga song menghela napas.
“ne, ada di meja itu” tunjuk
penjaga Song, jungrin tersenyum senang. Ia menulis namanya dulu di buku
kunjungan perpustakaan. Ia melihat beberapa buku yang masih tampak rapi dan
bagus, tentu saja itu buku baru yang belum di bagikan. Jungrin tersenyum,
membuka satu buku tersebut. Memfotonya lewat ponselnya dan mempelajarinya.
Alasan utama jungrin mendekati
penjaga song adalah ini, ia akan lebih mudah melihat buku-buku yang baru
datang. Dan lebih mudah meminjam buku, karena ia mengikuti program pemerintah
yang akan mengadakan belajar keluar negeri, dan jungrin telah mengikuti itu dan
telah masuk dalam skala nasional. Dalam beberapa waktu dekat ia akan di uji
dari berbagai provinsi di korea untuk menentukan siapa yang akan dikirim untuk
belajar keluar negeri selama setahun.
Kyuhyun yang ternyata sedari
tadi mengikuti jungrin pun tengah duduk dengan buku yang lumayan lebar untuk
menutupi wajahnya. Tiba-tiba ia menutup bukunya kesal
“aish cho kyuhyun! Kenapa kau
malah seperti secret admirer eoh? kau
seharusnya menunjukkan karisma mu padanya” batin kyuhyun menyemangati diri
sendiri. Ia memilih buku kelas 12 dan menuju meja penjaga perpustakaan untuk
meminjam.
“aku pinjam ini” ucap kyuhyun
dengan tampang stay cool yang
dimilikinya. Jungrin yang sibuk mengambil gambar pun kesal karena memori
ponselnya yang penuh. Ia pun menyerahkan bukunya pada penjaga song.
“aish ahjussi aku pinjam saja”
tak ada jawaban jungrin pun mendekati penjaga song yang sibuk mencatat data
peminjaman buku.
“kau pinjam buku kelas 12?”
tanya penjaga song dengan menaikan sebelah alisnya. Jungrin tampak berdiri di samping
kyuhyun sambil menatap penuh selidik.
“wae?” tanya kyuhyun yang masih
mempertahankan ekspresi wajahnya.
“aniya, hanya saja gadis di
sampingmu ini juga sering meminja buku seperti ini. Kalian pasti akan cocok ah
atau kalian bisa jadi rival” ucap penjaga song ramah. Kyuhyun tampak tertawa
remeh, ya meremehkan jungrin. Di lihat darimanapun memang tingkah jungrin tak
meyakinkan, dilihat dari kelakuannya di sekolah yang pemalas, cengengesan,dan
bahkan sering mendapat hukuman karena terlambat. Benar-benar tak telaten!.
Jungrin tampak terusik dengan tatapan kyuhyun lagi lagi ia hanya berkata.
“jangan pernah menatapku seperti
itu anak baru” lalu menyerahkan buku nya pada penjaga song. Setelah itu jungrin
keluar dan di ikuti kyuhyun di belakangnya.
“aku masih tak percaya kau itu
siswa berprestasi” ucap kyuhyun santai, membuat jungrin berhenti. Memandang
sengit kyuhyun
“aish geu saram-I jinjja! Apa
harus kutunjukkan eoh?” ucap jungrin dengan nada marah. Kyuhyun tertawa sambil
melambaikan tangannya.
“ani, aniya. Aku sudah melihatmu
di kelas tadi. Aku hanya butuh satu pembuktian” ucap kyuhyun setelah itu.
Membuat jungrin menatap dengan rasa penasaran
“mwonde?”
TBC!