Minggu, 15 Februari 2015

Fanfiction Series : My Lovely Target

TITLE                      =  My Lovely Target
                        AUTHOR              = LISA MELINDA
                        CAST                      = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          KIM JONG WOON
-          KIM KIBUM
-          ETC.
GENRE                  = SCHOOL LIFE,AU
LENGTH                = MINI SERIES
DISCLAIMER       = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
                                                GAK SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
                                                WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jungrin, gadis yang sering datang terlambat jika pergi sekolah. Mungkin jika di hitung hampir setiap hari ia mendapat hukuman karena terlambat. Walaupun begitu jungrin adalah gadis yang cukup pintar dibidang akademik. Hari ini ia sedang mengepel lantai, maju mundur dengan keringat yang bercucuran. Ia benar-benar lelah mengepel lantai yang berulang kali di injak oleh siswa lain padahal masih basah. Ia menyeka keringatnya, lalu mengoceh tak jelas.

‘awas saja jika ada lagi yang lewat, ku do’akan semoga terpeleset’ batin jungrin

Hari ini ada sebuah acara, entahlah jungrin tak mau tau hal itu. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan hukumannya. Seorang laki-laki pun lewat, dengan langkah congkak yang membuatnya semakin tampan. Tiba-tiba, ia terpeleset karena tidak melihat palang yang berwarna kuning.

“YAK! AIHH”

ommo!! Mianhae,jja kubantu” jungrin berusaha menarik tangan laki-laki ini, tapi ditepis oleh laki-laki ini. Bangun dengan wajah ditekuk, jungrin memperhatikan laki-laki tersebut.

“KAU BISA MENGEPEL TIDAK?!” cerca laki-laki itu tepat didepan wajah jungrin

mi mian” jungrin tergagap, merasa sedikit takut dengan teriakan laki-laki dihadapannya.

yeoja babo!!” hardiknya, jungrin merengut kesal. Apa kata ‘maaf’ nya tak dihargai disini?

“YAK! KAU PIKIR KAU SIAPA EOH? Kau merasa pintar?! Seharusnya aku yang marah! Gunakan matamu dengan baik!! Kau bisa melihat palang itu kan? Atau matamu itu katarak! Seharusnya pekerjaanku sudah selesai dari tadi! Tapi hanya karena kau! Waktu ku terbuang sia-sia! Kau yang bodoh!! Jika kau salah seharusnya kau merasa bersalah! Jangan imbaskan pada orang lain!” cerocos jungrin panjang lebar. Laki-laki  tersebut hanya melongo tak percaya.

“KAU YANG SIAPA! MEMANG KAU YANG BODOH! Kau tak tau aku siapa?” kyuhyun,laki-laki ini mencoba memamerkan diri

“apa peduliku? Kau namja katarak, kau namja jelek, bahkan namja bodoh sekalipun aku tak akan peduli!! Minggir!! Jangan menghalangi jalanku!” jungrin pergi sambil mendumel tak jelas dan menghempaskan kain pel dengan asal.
Kyuhyun menganga lebar,

“hah!! Yeoja itu benar-benar minta dihajar ya?” gerutu kyuhyun,sebenarnya hari ini adalah
acara penyambutan untuk kyuhyun. Berlebihan? Tidak, karena memang kyuhyun anak pemilik sebuah grup ternama di korea, yang juga pemilik sekolah unggulan tersebut. Maka dari itu dibuat sebuah acara. Jungrin tak mengetahui itu sama sekali.
                
         Jungrin masuk kekelasnya,tampak sepi. Semua siswa sedang tak ada di kelas. Ia celangak-celinguk mencari temannya. Tiba-tiba seorang gadis masuk,
               
             “jungrin-ah!!” ujar gadis tersebut setengah berteriak
              
             “kenapa sepi?” tanya jungrin

“hah~ para siswa berkumpul di lapangan, ada acara penyambutan untuk beberapa siswa yang baru masuk di SMA ini” jungrin hanya mengernyitkan dahi, hanya karena ada murid baru
seluruh sekolah jadi heboh? Sehebat apa mereka?
              
           “tapi acaranya sudah selesai, kita hanya di suruh istirahat hari ini. Aku benar-benar berterima kasih pada 3 namja itu. Karena mereka kita tak belajar hari ini!!” lanjut teman jungrin –sunhwa dengan sumringah.
              
             “jeongmal?!” jungrin ikut sumringah
               
             “AAAAAA” mereka berteriak sangking senang nya -_-
               
             “dan kau tau? Mereka begitu tampan!!” tambah sunhwa dengan begitu senangnya.
       
        “aish jinjja! Kau ini ada-ada saja. Yang penting hari ini kita bebas! Ah aku mau ke perpustakaan, mau ikut?” ajak jungrin. Sunhwa menggeleng
                
              “lebih baik ke kantin, tangki ku kosong” jawab sunhwa sambil mengelus perut nya
                
“aish yasudahlah” jungrin berlalu

                AT LIBRARY
                Jungrin masuk,menebar senyum ke seluruh penjuru perpustakaan. Ia menghampiri penjaga song
Yang sedang mengupas apel.
                
ahjussi!!” teriak jungrin, tiba-tiba penjaga song mengacungkan pisau nya ke leher jungrin.
                “kau pikir kau siapa? Berani membuka rahasiaku?” ucap penjaga song dengan penuh penekanan
                
ahjussi –“
                
“jangan pikir aku tak berani membunuhmu!bocah sial!” potong penjaga song
                
ahjussi –“
                
“ahh bagian mana dulu yang akan kusayat eoh?” penjaga song mengeluarkan seringainya
            
ahjussi! Berapa kali harus kubilang? Aktingmu jelek!” celetuk jungrin lalu membuat lambang ‘X’ dengan kedua tangannya.
                
jeongmal? Hah?” penjaga song terduduk,menopang dagunya di meja.
                
“aku sudah berulang kali mempelajari setiap ekspresi actor di drama. Tapi apa aktingku masih jelek? Aigoo aku kemarin mencoba melamar menjadi pemeran psikopat dalam sebuah film. Tapi aku ditolak karena sutradaranya bilang aktingku malah seperti penagih hutang” penjaga song bercerita
               
“kurasa penjaga perpustakaan memang perkerjaan yang cocok untukmu ahjussi” jawab jungrin
               
“berhenti memanggilku ahjussi! Umurku masih 30 tahun bodoh!”
                
waeyo? Umurku 16 tahun” jawab jungrin polos, penjaga song menepuk dahinya
               
 “sudahlah, hari ini ada novel. Baru datang pagi ini, kau mau baca yang mana?” 

                *****
                Jungrin duduk dibangku taman, ia tengah membaca novel. Tiba-tiba 3 laki-laki mengampirinya,
                
“ohh disini kau yeoja tengil” ucap sebuah suara, jungrin mendongak. Mengernyitkan dahi karena merasa tak mengenali beberapa laki-laki dihadapannya. Kembali merunduk,membaca novelnya. Lalu kembali mendongak, seakan mengingat sesuatu.
                
“kau tak tau aku ini siapa?” kyuhyun mengeluarkan seringainya. Jungrin mengangguk polos lalu kembali membaca novel. Karena memang ia merasa itu tak penting
                
“YAK! KAU TAK TAU AKU SIAPA?!”laki-laki tersebut –kyuhyun naik pitam. Jungrin berhenti membaca,menutup novelnya lalu mendongak
                
“ahh~ sebentar, aku tampaknya ingat” ucap jungrin sambil menaikkan kaki kiri diatas kaki kanannya.
                
“hah?” kyuhyun tampak tersenyum angkuh
                
“kau namja yang terpeleset tadi kan?” lanjut jungrin dengan menyipitkan matanya.

“hah? Aku anak pemilik sekolah ini? Apa kau tak melihat sekolah ini mengadakan acara karena aku masuk ke sekolah ini. Kau tak takut kalau sewaktu-waktu aku bisa mengeluarkan mu dari sekolah ini?”ralat kyuhyun segera dengan memberi tau identitasnya, jungrin tertegun

“kalau begitu aku harus melakukan apa?” jungrin seperti akan menyerah,tapi bukan seperti itu kenyataannya.

“minta maaf dengan berlutut dihadapanku” jawab kyuhyun masih setia dengan seringainya

“kyu –“ cegah jong woon, yang ditahan oleh kibum.

“maaf-maaf saja,aku tak pernah berlutut dengan siapapun. Kau bukan tuhan, bahkan kau bukan yang memberikanku kehidupan. Pada orangtuaku saja aku tak pernah berlutut, apalagi dengan namja abal-abal sepertimu” cibir jungrin dan pergi berlalu.

“kau benar-benar berlebihan kyu” jong woon hanya geleng-geleng kepala melihat kyuhyun yang termenung.

“sudahlah, kau tak takut pada yeoja kan?” sindir kibum,
                
PLETAK!
                
Kyuhyun menjitak kepala kibum,
               
 “aww”
                “mana mungkin kan!” gerutu kyuhyun sambil menggenggam erat tangan kanannya, sampai buku-buku tangannya memutih.

                Jam istirahat berakhir, jungrin memasuki kelasnya sendirian. Berhubung jungrin biasanya tidur di perpustakaan sekolah ataupun hanya bermalas-malasan dikursi taman,ia selalu sendiri jika waktu istirahat tiba. Gadis ini masuk dengan langkah santai, sampai ia melihat ada 3 kursi ditambah di barisan depan. Jungrin mengernyitkan dahi lalu mendudukan dirinya dibangku paling belakang miliknya. Sepersekian menit kemudian nam seonsaengnim masuk di iringi 3 pria dengan lagak brandalan walaupun mereka semua tampak memukau karena poin plus dari wajah tampan mereka. Jungrin yang hanya menangkupkan kepalanya akhirnya mengangkat kepalanya, lalu wajah polos tersebut menegang. Jungrin mendengus sebal lalu membuang muka kearah jendela. Seperti lebih tertarik dengan keadaan luar dibanding dengan kelasnya.  Ia tau, 3 pria itu adalah anak baru yang membuat ulah dengannya tadi.
                
“apa mereka begitu pintar sampai masuk saja langsung masuk di kelas unggulan” gerutu jungrin dalam hati. Wajahnya ditekuk, seperti nya ia akan pindah sekolah nantinya. 3 kursi kosong tadi di isi oleh 3 pria tersebut. Semua gadis yang berada dikelas menatap takjub 3 pria di barisan depan. Jungrin semakin menekuk wajahnya,
                
“mereka akan mendapat penggemar yang banyak nantinya” lirih jungrin tampak semakin murung. Jungrin berusaha mengingat hafalan yang ia lakukan semalam. dan ia ingatan tersebut sirna di karenakan moodnya yang sudah memburuk
                
“tadi sudah hafal! Kenapa lupa lagi!” ucap jungrin setengah berteriak dan ditatapi semua yang ada dikelas.
                
lee jungrin, waeirae?” tanya nam seonsaengnim, jungrin mengangkat kepalanya. Ucapannya menarik perhatian semua orang. Ia segera menutup mulutnya dan menggeleng seperti orang bodoh. Kyuhyun memperhatikan jungrin dengan seringai kejam nya. Jungrin yang sadar di tatapi pun memberi kyuhyun tatapan sinis nya dengan memicingkan kedua matanya.
               
jam pelajaran di sekolah pun telah habis, semua siswa membereskan bukunya masing-masing menuju loker lalu pulang. Jungrin tengah memasukkan beberapa buku, sampai sebuah tangan menutup kasar loker tersebut.
                
“YAK!” Teriak jungrin tak terima, untung saja ia langsung menghindar. Jika tidak, maka tangannya sudahlama terjepit. Jungrin menautkan sebelah alisnya, dengan tatapan datar yang ia tujukan pada seorang pria di hadapannya.
                
museun iriya? Belum puas ? Aku lelah! Pulang sana?!” jungrin membalik badannya menjauhi pria tadi –kyuhyun. Kyuhyun tersenyum angkuh, tangannya masih bertengger pada loker.
                
“semua yeoja yang melawanku, akan takluk pada pesonaku” gumam kyuhyun dengan smirknya.
                ***********
Jungrin sampai di rumahnya, menghempaskan tubuh kurusnya pada sofa ruang tengah.
               
 “appa sudah pulang?” tanya jungrin pada pelayan Park yang tadi menyambutnya.
               
 “belum nona” jawab pelayan Park sopan, jungrin manggut-manggut.
                
“dasar! Apa urusan Negara lebih penting daripada keluarga sendiri” cibir jungrin lalu menghela napas panjang karena kelelahan. Jungrin adalah anak tunggal dari pasangan lee hyun guk yang seorang menteri luar negeri dan jang man ok yang seorang pewaris RS internasional, yang sebenarnya adalah seorang dokter juga. Jungrin juga mempunyai seorang kakak yang kuliah di Oxford, inggris.
               
 “eomma ada di kamar?” tanya jungrin menaiki tangga,
                
“nyonya juga belum pulang, mungkin masih banyak pasien yang harus di tangani” jungrin menyangga dagunya pada pegangan di tangga. Lagi-lagi menghela napas panjang, ia pun kembali melanjutkan jalannya menuju kamar. Mengganti baju dan membasuh diri.
               
 Di dalam kamar jungrin tengah belajar mengisi beberapa soal. Menutup buku karena rasanya yang membosankan. Ia memperhatikan jam mungil yang berdiri di pinggir meja belajarnya.
                
“sudah jam 10, apa eomma belum pulang juga?” jungrin mengambil jaketnya lalu keluar mengambil sepeda menuju rumah sakit untuk menemui ibunya. Di jalan menuju rumah sakit, jungrin menyempatkan diri membeli es krim.
                ************

Satu minggu setelah mereka masuk sekolah, sekolah itu benar-benar menjadi ramai. Jungrin memang memperkirakan dari awal. Karena sekolah masih heboh dengan adanya 3 anak baru itu. Jungrin lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan dengan bercerita atau sekedar membaca buku. Ya, teman paling akrab di sekolah hanya penjaga perpustakaan yang setia dan bahkan cukup  ramah untuk anak-anak seperti jungrin.
                
“akhir-akhir ini aku jarang melihatmu berlatih acting, ahjussi” jungrin mencomot satu potong kiwi yang ada di piring putih.
                
“bukannya kau sendiri yang mengatakan actingku jelek?” jawab penjaga song sekaligus menggerutu.
                
“hah~ kenapa perpustakaan semegah ini tak ada yang menyelipkan komik ya?” jungrin mengacuhkan penjaga song dan kembali mencomot beberapa buah kiwi.
                
“kau pikir ini toko buku?” celetuk penjaga song yang bersandar pada kursi dan mulai membuka sebuah buku yang lumayan tebal. Jungrin menoleh kesal, ia sedikit penasaran apa yang dibaca penjaga song.
                
ahjussi membaca apa eoh?” jungrin menegakkan badannya ketempat penjaga perpustakaan.
               
 “sebuah buku tentang psikologi” jawab penjaga song dengan menunjukkan cover depan buku itu. Jungrin memanyunkan bibirnya,berusaha untuk mencibir.
               
  “mwonde?” sambar penjaga song dengan tatapan sakartis, jungrin tercengir begitu saja.
               
 “hehe ani
                ******
                Ke esokkan harinya, saat di pagi hari. Ketika para siswa baru memasuki gerbang sekolah. Jungrin datang sambil melihat jam di ponselnya.
                
“5 menit lagi bel baru berbunyi” gumamnya lalu menyimpan ponselnya di dalam tas. Ia melihat seorang laki-laki yang tengah berjalan di sampingnya yang baru menempelkan earphone pada telinganya, yang sebenarnya sedikit jauh dari jungrin. Jungrin melirik sinis,terlihat dari ekor matanya. Ia lalu mendesis kesal
               
 Lalu di tempat kyuhyun, kibum dan jong woon muncul setelah memarkirkan mobil ferarri mereka. Mereka berdua merangkul kyuhyun yang tengah berjalan sendirian, yang membuat kyuhyun kesal karena tubuhnya yang sedikit terdorong akibat itu.
                
“ya ya! jangan marah dulu eoh. kami sudah mendapatkan apa yang kau mau” ujar jong woon meninju pelan bahu kyuhyun, kibum mengangguk menyetujui.

                
“apa yang kalian ketahui?” tanya kyuhyun melirik dengan ekor matanya. Jong woon tersenyum sambil melirik kibum yang juga ikut tersenyum.
                
“gadis itu hanya gadis yang sering terlambat, tapi kudengar dia memiliki nilai akademis yang baik. Jadi dia mendapat bea siswa dan mengikuti kegiatan apa ya? aish aku lupa” jong woon menggaruk pelan kepalanya, yang membuat kyuhyun kesal hingga ia hampir melayangkan pukulannya.
                
“ya! aku lebih tua 6 bulan darimu” ucap jong woon menghindar, kyuhyun mengurungkan niatnya. Hingga kibum menoyor(?) kepala jong woon dan ia yang melanjutkan penjelasannya.
               
 “saat baru masuk kelas 10 dia sudah mendapatkan banyak surat cinta, ya tentu saja karena daya tarik wajahnya. Ia tak memiliki teman dekat di kelas kecuali penjaga perpustakaan sekolah ini, ia dulu gadis yang periang dan banyak yang berteman dengannya. Aku mendengar itu dari jang hyun yang sempat sekelas dengannya waktu kelas 10. Yah pokoknya akan ku beri kau catatanku ketika menjadi detektif gadungan kemarin” jelas kibum sambil mengerlingkan matanya, kyuhyun menoleh
                
“lalu bagaimana dengan latar belakang keluarganya?” tanya kyuhyun lagi,. Kibum tampak berfikir
               
“saat pengambilan rapot tahun lalu, ia di wakili oleh seseorang dan itu bukan keluarganya. Sedikit misterius memang, karena tak ada yang tau ia berasal dari kalangan mana” jawab kibum,kyuhyun menerawang lalu tersenyum simpul
                
“ngomong-ngomong dia itu gadis yang cantik, apa sebaiknya kau serahkan saja dia padaku” ujar jong woon dengan senyum nakalnya
                
“Ck! Sejak awal dia adalah incaranku, jangan pernah menyentuhnya karena aku pasti akan mendapatkannya” jawab kyuhyun dengan angkuh.

“berani taruhan?” tantang jong woon

“siapa takut” jawab kyuhyun melakukan high five dengan jong woon. Di balik itu, kibum tersenyum misterius.

Di dalam kelas, semua sudah tampak ramai. Hanya jungrin yang belum kelihatan di bangkunya Jungrin tampak sedang terdiam di depan pintu kelas, ia menggeser pintunya dan membungkuk hormat kepada seonsaengnim yang tengah mengajar. Hingga ia di persilahkan masuk dan duduk di tempat semestinya,dan yang tengah ia lakukan selanjutnya adalah melamun, menatap pohon yang daun-daunnya berguguran meruntuhkan satu persatu daunnya.
        
Kyuhyun yang sudah duduk di belakang,lebih tepatnya di samping jungrin pun menatap jungrin dengan seksama. Entah keanehan apa yang muncul di mata kyuhyun. Yang ia lihat sekarang adalah wajah jungrin yang bercahaya dengan rambut panjang yang sedikit berhembus akibat angin kecil yang berhembus lewat jendela yang sepenuhnya terbuka di samping jungrin.
                
Kyuhyun mengucek matanya, lalu tampak memaksakan diri fokus pada seonsaengnim yang tengah mengajar.
                ‘tenang cho kyuhyun, mungkin matamu sedang bermasalah’ batin kyuhyun.

~FlashBack~
Jungrin tengah berada di toilet dan tanpa sengaja menguping beberapa siswi yang biasa bergosip di dalam salah satu bilik toilet.
                
wae? Jungrin tak masuk kelas tadi?” ucap sebuah suara yang di dengar jungrin. Jungrin tetap diam sembari memasang telinganya agar mendengar lebih jelas percakapan tersebut.
                
“hah geu yeoja, apa kau pikir dia sedikit dungu karena tak bisa menjaga waktu tidurnya?” desis suara gadis tersebut lalu di iringi dengan tawa suara lain.
                
“ah~ mungkin dia tipe gadis fangirl. Kau lihat matanya yang terlihat lebih sipit tadi? haha” tambah yang lainnya.
               
 “yah ku akui dia cukup manis, tapi ingatkah kalian ketika kelas 10 kemarin?”
                
“ne, ia bertingkah sok pintar begitu”
                
Hingga sebuah nada dering ponsel berbunyi di salah satu bilik toilet. Hingga membuat gadis yang sedang bergosip tadi terdiam lalu mendekati satu persatu bilik kamar mandi untuk mengetahui ponsel yang berbunyi.
                
Di dalam bilik jungrin merutuki ponselnya yang mendapat panggilan dari ibunya.
               
 JDAR!
                
Mereka memukul keras pintu tersebut.
                
nawa!   Aku tau kau di dalam, apa kau sedari tadi menguping eoh? palliwa!”  lalu terdengar suara kunci terbuka. Mereka sedikit menjauh dari pintu, kala jungrin membuka pintu tersebut para gadis tadi menganga tak percaya. Jungrin menatap dengan datar satu persatu gadis tersebut yang ternyata terdapat 3 orang. Hingga ponselnya kembali berbunyi, ia segera keluar toilet wanita sambil menjawab panggilan ibunya.

 “yeobboseyo?”
               
 “ne
                
Jungrin berjalan menuju kelas, ia tampak dengan wajah santainya berjalan.
                
‘alasan utama kenapa aku tak memiliki teman dekat adalah karena tak ada yang mau berteman denganku secara tulus. Di awal masuk sekolah banyak teman yang mendekatiku dengan alasan karena aku dapat menyelesaikan soal-soal susah dari seonsaengnim. Dengan begitu, baik tugas biasa maupun tugas perkelompok mereka serahkan padaku. Aku pintar dalam urusan otak tapi aku bodoh karena terlambat mengetahui alasan mereka berteman dekat denganku. Menjadi yang terpintar tak akan membuat semuanya berjalan seperti apa yang kau mau’
               

                                                                                TBC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar