TITLE = My Lovely Target
AUTHOR = LISA MELINDA
CAST = - LEE JUNGRIN
-
CHO KYUHYUN
-
KIM JONG WOON
-
KIM KIBUM
-
ETC.
GENRE =
SCHOOL LIFE,AU
LENGTH = MINI SERIES
DISCLAIMER = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
GAK
SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
WARNING!!!
Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai
~~~~~~~~~~~~~~STORY
BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jungrin, gadis yang sering datang terlambat jika
pergi sekolah. Mungkin jika di hitung hampir setiap hari ia mendapat hukuman
karena terlambat. Walaupun begitu jungrin adalah gadis yang cukup pintar
dibidang akademik. Hari ini ia sedang mengepel lantai, maju mundur dengan
keringat yang bercucuran. Ia benar-benar lelah mengepel lantai yang berulang
kali di injak oleh siswa lain padahal masih basah. Ia menyeka keringatnya, lalu
mengoceh tak jelas.
‘awas saja jika ada lagi yang lewat, ku do’akan
semoga terpeleset’ batin jungrin
Hari ini ada sebuah acara, entahlah jungrin tak mau
tau hal itu. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan hukumannya. Seorang laki-laki
pun lewat, dengan langkah congkak yang membuatnya semakin tampan. Tiba-tiba, ia
terpeleset karena tidak melihat palang yang berwarna kuning.
“YAK! AIHH”
“ommo!! Mianhae,jja kubantu” jungrin berusaha
menarik tangan laki-laki ini, tapi ditepis oleh laki-laki ini. Bangun dengan
wajah ditekuk, jungrin memperhatikan laki-laki tersebut.
“KAU BISA MENGEPEL TIDAK?!” cerca laki-laki itu
tepat didepan wajah jungrin
“mi mian” jungrin tergagap, merasa sedikit takut
dengan teriakan laki-laki dihadapannya.
“yeoja babo!!” hardiknya, jungrin merengut kesal.
Apa kata ‘maaf’ nya tak dihargai disini?
“YAK! KAU PIKIR KAU SIAPA EOH? Kau merasa pintar?!
Seharusnya aku yang marah! Gunakan matamu dengan baik!! Kau bisa melihat palang
itu kan? Atau matamu itu katarak! Seharusnya pekerjaanku sudah selesai dari
tadi! Tapi hanya karena kau! Waktu ku terbuang sia-sia! Kau yang bodoh!! Jika
kau salah seharusnya kau merasa bersalah! Jangan imbaskan pada orang lain!”
cerocos jungrin panjang lebar. Laki-laki
tersebut hanya melongo tak percaya.
“KAU YANG SIAPA! MEMANG KAU YANG BODOH! Kau tak tau
aku siapa?” kyuhyun,laki-laki ini mencoba memamerkan diri
“apa peduliku? Kau
namja katarak, kau namja jelek, bahkan namja bodoh sekalipun aku tak akan
peduli!! Minggir!! Jangan menghalangi jalanku!” jungrin pergi sambil mendumel
tak jelas dan menghempaskan kain pel dengan asal.
Kyuhyun menganga
lebar,
“hah!! Yeoja itu
benar-benar minta dihajar ya?” gerutu kyuhyun,sebenarnya hari ini adalah
acara penyambutan untuk kyuhyun. Berlebihan? Tidak, karena memang
kyuhyun anak pemilik sebuah grup ternama di korea, yang juga pemilik sekolah
unggulan tersebut. Maka dari itu dibuat sebuah acara. Jungrin tak mengetahui
itu sama sekali.
Jungrin masuk
kekelasnya,tampak sepi. Semua siswa sedang tak ada di kelas. Ia
celangak-celinguk mencari temannya. Tiba-tiba seorang gadis masuk,
“jungrin-ah!!”
ujar gadis tersebut setengah berteriak
“kenapa sepi?”
tanya jungrin
“hah~ para siswa
berkumpul di lapangan, ada acara penyambutan untuk beberapa siswa yang baru
masuk di SMA ini” jungrin hanya mengernyitkan dahi, hanya karena ada murid baru
seluruh sekolah jadi heboh? Sehebat apa mereka?
“tapi acaranya
sudah selesai, kita hanya di suruh istirahat hari ini. Aku benar-benar
berterima kasih pada 3 namja itu. Karena mereka kita tak belajar hari ini!!”
lanjut teman jungrin –sunhwa dengan sumringah.
“jeongmal?!”
jungrin ikut sumringah
“AAAAAA” mereka
berteriak sangking senang nya -_-
“dan kau tau?
Mereka begitu tampan!!” tambah sunhwa dengan begitu senangnya.
“aish jinjja! Kau
ini ada-ada saja. Yang penting hari ini kita bebas! Ah aku mau ke perpustakaan,
mau ikut?” ajak jungrin. Sunhwa menggeleng
“lebih baik ke
kantin, tangki ku kosong” jawab sunhwa sambil mengelus perut nya
“aish yasudahlah”
jungrin berlalu
AT LIBRARY
Jungrin
masuk,menebar senyum ke seluruh penjuru perpustakaan. Ia menghampiri penjaga
song
Yang sedang mengupas apel.
“ahjussi!!”
teriak jungrin, tiba-tiba penjaga song mengacungkan pisau nya ke leher jungrin.
“kau pikir kau
siapa? Berani membuka rahasiaku?” ucap penjaga song dengan penuh penekanan
“ahjussi –“
“jangan pikir aku
tak berani membunuhmu!bocah sial!” potong penjaga song
“ahjussi –“
“ahh bagian mana
dulu yang akan kusayat eoh?” penjaga song mengeluarkan seringainya
“ahjussi! Berapa
kali harus kubilang? Aktingmu jelek!” celetuk jungrin lalu membuat lambang ‘X’
dengan kedua tangannya.
“jeongmal? Hah?”
penjaga song terduduk,menopang dagunya di meja.
“aku sudah
berulang kali mempelajari setiap ekspresi actor di drama. Tapi apa aktingku
masih jelek? Aigoo aku kemarin mencoba melamar menjadi pemeran psikopat dalam
sebuah film. Tapi aku ditolak karena sutradaranya bilang aktingku malah seperti
penagih hutang” penjaga song bercerita
“kurasa penjaga
perpustakaan memang perkerjaan yang cocok untukmu ahjussi” jawab jungrin
“berhenti
memanggilku ahjussi! Umurku masih 30 tahun bodoh!”
“waeyo? Umurku 16
tahun” jawab jungrin polos, penjaga song menepuk dahinya
“sudahlah, hari
ini ada novel. Baru datang pagi ini, kau mau baca yang mana?”
*****
Jungrin duduk dibangku taman, ia
tengah membaca novel. Tiba-tiba 3 laki-laki mengampirinya,
“ohh disini kau yeoja tengil”
ucap sebuah suara, jungrin mendongak. Mengernyitkan dahi karena merasa tak
mengenali beberapa laki-laki dihadapannya. Kembali merunduk,membaca novelnya.
Lalu kembali mendongak, seakan mengingat sesuatu.
“kau tak tau aku ini siapa?”
kyuhyun mengeluarkan seringainya. Jungrin mengangguk polos lalu kembali membaca
novel. Karena memang ia merasa itu tak penting
“YAK! KAU TAK TAU AKU SIAPA?!”laki-laki tersebut –kyuhyun naik pitam. Jungrin berhenti membaca,menutup novelnya
lalu mendongak
“ahh~ sebentar, aku tampaknya
ingat” ucap jungrin sambil menaikkan kaki kiri diatas kaki kanannya.
“hah?” kyuhyun tampak tersenyum
angkuh
“kau namja yang terpeleset tadi
kan?” lanjut jungrin dengan menyipitkan matanya.
“hah? Aku anak pemilik sekolah ini?
Apa kau tak melihat sekolah ini mengadakan acara karena aku masuk ke sekolah
ini. Kau tak takut kalau sewaktu-waktu aku bisa mengeluarkan mu dari sekolah
ini?”ralat kyuhyun segera dengan memberi tau identitasnya, jungrin tertegun
“kalau begitu aku harus melakukan
apa?” jungrin seperti akan menyerah,tapi bukan seperti itu kenyataannya.
“minta maaf dengan berlutut
dihadapanku” jawab kyuhyun masih setia dengan seringainya
“kyu –“ cegah jong woon, yang ditahan
oleh kibum.
“maaf-maaf saja,aku tak pernah
berlutut dengan siapapun. Kau bukan tuhan, bahkan kau bukan yang memberikanku
kehidupan. Pada orangtuaku saja aku tak pernah berlutut, apalagi dengan namja
abal-abal sepertimu” cibir jungrin dan pergi berlalu.
“kau benar-benar berlebihan kyu” jong woon hanya geleng-geleng kepala melihat
kyuhyun yang termenung.
“sudahlah, kau tak takut pada yeoja kan?” sindir kibum,
PLETAK!
Kyuhyun menjitak kepala kibum,
“aww”
“mana mungkin kan!” gerutu
kyuhyun sambil menggenggam erat tangan kanannya, sampai buku-buku tangannya
memutih.
Jam istirahat berakhir, jungrin
memasuki kelasnya sendirian. Berhubung jungrin biasanya tidur di perpustakaan
sekolah ataupun hanya bermalas-malasan dikursi taman,ia selalu sendiri jika
waktu istirahat tiba. Gadis ini masuk dengan langkah santai, sampai ia melihat
ada 3 kursi ditambah di barisan depan. Jungrin mengernyitkan dahi lalu
mendudukan dirinya dibangku paling belakang miliknya. Sepersekian menit
kemudian nam seonsaengnim masuk di iringi 3 pria dengan lagak brandalan
walaupun mereka semua tampak memukau karena poin plus dari wajah tampan mereka.
Jungrin yang hanya menangkupkan kepalanya akhirnya mengangkat kepalanya, lalu
wajah polos tersebut menegang. Jungrin mendengus sebal lalu membuang muka
kearah jendela. Seperti lebih tertarik dengan keadaan luar dibanding dengan
kelasnya. Ia tau, 3 pria itu adalah anak
baru yang membuat ulah dengannya tadi.
“apa mereka begitu pintar sampai
masuk saja langsung masuk di kelas unggulan” gerutu jungrin dalam hati.
Wajahnya ditekuk, seperti nya ia akan pindah sekolah nantinya. 3 kursi kosong
tadi di isi oleh 3 pria tersebut. Semua gadis yang berada dikelas menatap
takjub 3 pria di barisan depan. Jungrin semakin menekuk wajahnya,
“mereka akan mendapat penggemar
yang banyak nantinya” lirih jungrin tampak semakin murung. Jungrin berusaha mengingat hafalan yang ia lakukan semalam. dan ia ingatan tersebut sirna di karenakan moodnya yang sudah memburuk
“tadi sudah hafal! Kenapa lupa
lagi!” ucap jungrin setengah berteriak dan ditatapi semua yang ada dikelas.
“lee jungrin, waeirae?” tanya nam seonsaengnim, jungrin mengangkat
kepalanya. Ucapannya menarik perhatian semua orang. Ia segera menutup mulutnya
dan menggeleng seperti orang bodoh. Kyuhyun memperhatikan jungrin dengan
seringai kejam nya. Jungrin yang sadar di tatapi pun memberi kyuhyun tatapan
sinis nya dengan memicingkan kedua matanya.
jam pelajaran di sekolah pun
telah habis, semua siswa membereskan bukunya masing-masing menuju loker lalu
pulang. Jungrin tengah memasukkan beberapa buku, sampai sebuah tangan menutup
kasar loker tersebut.
“YAK!” Teriak jungrin tak
terima, untung saja ia langsung menghindar. Jika tidak, maka tangannya
sudahlama terjepit. Jungrin menautkan sebelah alisnya, dengan tatapan datar
yang ia tujukan pada seorang pria di hadapannya.
“museun iriya? Belum puas ? Aku lelah! Pulang sana?!” jungrin
membalik badannya menjauhi pria tadi –kyuhyun. Kyuhyun tersenyum angkuh,
tangannya masih bertengger pada loker.
“semua yeoja yang melawanku, akan takluk pada pesonaku” gumam kyuhyun
dengan smirknya.
***********
Jungrin sampai di rumahnya, menghempaskan tubuh kurusnya pada sofa
ruang tengah.
“appa sudah pulang?” tanya jungrin pada pelayan Park yang tadi
menyambutnya.
“belum nona” jawab pelayan Park
sopan, jungrin manggut-manggut.
“dasar! Apa urusan Negara lebih
penting daripada keluarga sendiri” cibir jungrin lalu menghela napas panjang
karena kelelahan. Jungrin adalah anak tunggal dari pasangan lee hyun guk yang
seorang menteri luar negeri dan jang man ok yang seorang pewaris RS
internasional, yang sebenarnya adalah seorang dokter juga. Jungrin juga
mempunyai seorang kakak yang kuliah di Oxford, inggris.
“eomma ada di kamar?” tanya jungrin menaiki tangga,
“nyonya juga belum pulang,
mungkin masih banyak pasien yang harus di tangani” jungrin menyangga dagunya
pada pegangan di tangga. Lagi-lagi menghela napas panjang, ia pun kembali
melanjutkan jalannya menuju kamar. Mengganti baju dan membasuh diri.
Di dalam kamar jungrin tengah
belajar mengisi beberapa soal. Menutup buku karena rasanya yang membosankan. Ia
memperhatikan jam mungil yang berdiri di pinggir meja belajarnya.
“sudah jam 10, apa eomma belum
pulang juga?” jungrin mengambil jaketnya lalu keluar mengambil sepeda menuju
rumah sakit untuk menemui ibunya. Di jalan menuju rumah sakit, jungrin
menyempatkan diri membeli es krim.
************
Satu minggu setelah mereka masuk sekolah, sekolah itu benar-benar
menjadi ramai. Jungrin memang memperkirakan dari awal. Karena sekolah masih
heboh dengan adanya 3 anak baru itu. Jungrin lebih sering menghabiskan waktu di
perpustakaan dengan bercerita atau sekedar membaca buku. Ya, teman paling akrab
di sekolah hanya penjaga perpustakaan yang setia dan bahkan cukup ramah untuk anak-anak seperti jungrin.
“akhir-akhir ini aku jarang
melihatmu berlatih acting, ahjussi”
jungrin mencomot satu potong kiwi yang ada di piring putih.
“bukannya kau sendiri yang
mengatakan actingku jelek?” jawab penjaga song sekaligus menggerutu.
“hah~ kenapa perpustakaan
semegah ini tak ada yang menyelipkan komik ya?” jungrin mengacuhkan penjaga
song dan kembali mencomot beberapa buah kiwi.
“kau pikir ini toko buku?”
celetuk penjaga song yang bersandar pada kursi dan mulai membuka sebuah buku
yang lumayan tebal. Jungrin menoleh kesal, ia sedikit penasaran apa yang dibaca
penjaga song.
“ahjussi membaca apa eoh?” jungrin menegakkan badannya ketempat
penjaga perpustakaan.
“sebuah buku tentang psikologi”
jawab penjaga song dengan menunjukkan cover depan buku itu. Jungrin memanyunkan
bibirnya,berusaha untuk mencibir.
“mwonde?” sambar penjaga song dengan tatapan sakartis, jungrin
tercengir begitu saja.
“hehe ani”
******
Ke esokkan harinya, saat di pagi
hari. Ketika para siswa baru memasuki gerbang sekolah. Jungrin datang sambil
melihat jam di ponselnya.
“5 menit lagi bel baru berbunyi”
gumamnya lalu menyimpan ponselnya di dalam tas. Ia melihat seorang laki-laki
yang tengah berjalan di sampingnya yang baru menempelkan earphone pada
telinganya, yang sebenarnya sedikit jauh dari jungrin. Jungrin melirik
sinis,terlihat dari ekor matanya. Ia lalu mendesis kesal
Lalu di tempat kyuhyun, kibum
dan jong woon muncul setelah memarkirkan mobil ferarri mereka. Mereka berdua
merangkul kyuhyun yang tengah berjalan sendirian, yang membuat kyuhyun kesal
karena tubuhnya yang sedikit terdorong akibat itu.
“ya ya! jangan marah dulu
eoh. kami sudah mendapatkan apa yang kau mau” ujar jong woon meninju pelan bahu
kyuhyun, kibum mengangguk menyetujui.
“apa yang kalian ketahui?” tanya
kyuhyun melirik dengan ekor matanya. Jong woon tersenyum sambil melirik kibum
yang juga ikut tersenyum.
“gadis itu hanya gadis yang
sering terlambat, tapi kudengar dia memiliki nilai akademis yang baik. Jadi dia
mendapat bea siswa dan mengikuti kegiatan apa ya? aish aku lupa” jong woon
menggaruk pelan kepalanya, yang membuat kyuhyun kesal hingga ia hampir
melayangkan pukulannya.
“ya! aku lebih tua 6 bulan
darimu” ucap jong woon menghindar, kyuhyun mengurungkan niatnya. Hingga kibum
menoyor(?) kepala jong woon dan ia yang melanjutkan penjelasannya.
“saat baru masuk kelas 10 dia
sudah mendapatkan banyak surat cinta, ya tentu saja karena daya tarik wajahnya.
Ia tak memiliki teman dekat di kelas kecuali penjaga perpustakaan sekolah ini,
ia dulu gadis yang periang dan banyak yang berteman dengannya. Aku mendengar
itu dari jang hyun yang sempat sekelas dengannya waktu kelas 10. Yah pokoknya
akan ku beri kau catatanku ketika menjadi detektif gadungan kemarin” jelas
kibum sambil mengerlingkan matanya, kyuhyun menoleh
“lalu bagaimana dengan latar
belakang keluarganya?” tanya kyuhyun lagi,. Kibum tampak
berfikir
“saat pengambilan rapot tahun
lalu, ia di wakili oleh seseorang dan itu bukan keluarganya. Sedikit misterius
memang, karena tak ada yang tau ia berasal dari kalangan mana” jawab
kibum,kyuhyun menerawang lalu tersenyum simpul
“ngomong-ngomong dia itu gadis
yang cantik, apa sebaiknya kau serahkan saja dia padaku” ujar jong woon dengan
senyum nakalnya
“Ck! Sejak awal dia adalah
incaranku, jangan pernah menyentuhnya karena aku pasti akan mendapatkannya”
jawab kyuhyun dengan angkuh.
“berani taruhan?” tantang jong woon
“siapa takut” jawab kyuhyun melakukan
high five dengan jong woon. Di balik itu, kibum tersenyum misterius.
Di dalam kelas, semua sudah tampak ramai. Hanya jungrin yang belum
kelihatan di bangkunya Jungrin tampak sedang terdiam di depan pintu kelas, ia
menggeser pintunya dan membungkuk hormat kepada seonsaengnim yang tengah
mengajar. Hingga ia di persilahkan masuk dan duduk di tempat semestinya,dan
yang tengah ia lakukan selanjutnya adalah melamun, menatap pohon yang
daun-daunnya berguguran meruntuhkan satu persatu daunnya.
Kyuhyun yang sudah duduk di
belakang,lebih tepatnya di samping jungrin pun menatap jungrin dengan seksama. Entah
keanehan apa yang muncul di mata kyuhyun. Yang ia lihat sekarang adalah wajah
jungrin yang bercahaya dengan rambut panjang yang sedikit berhembus akibat
angin kecil yang berhembus lewat jendela yang sepenuhnya terbuka di samping
jungrin.
Kyuhyun mengucek matanya, lalu
tampak memaksakan diri fokus pada seonsaengnim yang tengah mengajar.
‘tenang cho kyuhyun, mungkin matamu sedang bermasalah’ batin
kyuhyun.
~FlashBack~
Jungrin tengah berada di toilet dan tanpa sengaja menguping beberapa
siswi yang biasa bergosip di dalam salah satu bilik toilet.
“wae? Jungrin tak masuk kelas
tadi?” ucap sebuah suara yang di dengar jungrin. Jungrin tetap diam sembari
memasang telinganya agar mendengar lebih jelas percakapan tersebut.
“hah geu yeoja, apa kau pikir
dia sedikit dungu karena tak bisa menjaga waktu tidurnya?” desis suara gadis
tersebut lalu di iringi dengan tawa suara lain.
“ah~ mungkin dia tipe gadis fangirl. Kau lihat matanya yang terlihat
lebih sipit tadi? haha” tambah yang lainnya.
“yah ku akui dia cukup manis,
tapi ingatkah kalian ketika kelas 10 kemarin?”
“ne, ia bertingkah sok pintar
begitu”
Hingga sebuah nada dering ponsel
berbunyi di salah satu bilik toilet. Hingga membuat gadis yang sedang bergosip
tadi terdiam lalu mendekati satu persatu bilik kamar mandi untuk mengetahui
ponsel yang berbunyi.
Di dalam bilik jungrin merutuki
ponselnya yang mendapat panggilan dari ibunya.
JDAR!
Mereka memukul keras pintu
tersebut.
“nawa! Aku tau kau di dalam,
apa kau sedari tadi menguping eoh? palliwa!”
lalu terdengar suara kunci terbuka.
Mereka sedikit menjauh dari pintu, kala jungrin membuka pintu tersebut para
gadis tadi menganga tak percaya. Jungrin menatap dengan datar satu persatu
gadis tersebut yang ternyata terdapat 3 orang. Hingga ponselnya kembali
berbunyi, ia segera keluar toilet wanita sambil menjawab panggilan ibunya.
“yeobboseyo?”
“ne”
Jungrin berjalan menuju kelas,
ia tampak dengan wajah santainya berjalan.
‘alasan utama kenapa aku tak memiliki teman dekat adalah karena tak ada
yang mau berteman denganku secara tulus. Di awal masuk sekolah banyak teman
yang mendekatiku dengan alasan karena aku dapat menyelesaikan soal-soal susah
dari seonsaengnim. Dengan begitu, baik tugas biasa maupun tugas perkelompok
mereka serahkan padaku. Aku pintar dalam urusan otak tapi aku bodoh karena
terlambat mengetahui alasan mereka berteman dekat denganku. Menjadi yang
terpintar tak akan membuat semuanya berjalan seperti apa yang kau mau’
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar