Senin, 23 Februari 2015

MY LOVELY TARGET #2

TITLE                      =  My Lovely target #2
                        AUTHOR                = LISA MELINDA
                        CAST                        = - LEE JUNGRIN
-          CHO KYUHYUN
-          KIM JONG WOON
-          KIM KIBUM
-          ETC.
GENRE                  = SCHOOL LIFE,AU
LENGTH                = MINI SERIES
DISCLAIMER       = PUNYA AUTHOR, DARI OTAK AUTHOR. DON’T BASH! DON’T COPAS!
                                                GAK SUKA GAK USAH BACA, WAJIB RCL J
                                                WARNING!!! Typo bagai ranjau,EYD gak sesuai

~~~~~~~~~~~~~~STORY BEGIN~~~~~~~~~~~~~~~~~
               
  ‘Dia gadis yang dekat dengan penjaga perpustakaan’
                
‘cih! Bahkan mereka lebih terlihat seperti pasangan’ cibir kyuhyun yang tengah duduk sambil membaca buku sekaligus mencuri beberapa lirikan.
                
Tiba-tiba seseorang berlari muncul sambil terengah-engah dan menunjuk-nunjuk keluar pintu.
               
“rin-ssi! Di sana! Hah! Hah! Hah! Aish!” jungrin dan penjaga song tampak memperhatikan laki-laki yang tengah terduduk karena kelelahan berlari.
               
  “tenangkan dulu dirimu” ucap penjaga song, jungrin mendekat
                
wae?” tanyanya. Anak laki-laki tersebut tampak menelan ludah terlebih dahulu lalu mengambil napas panjang saat jungrin ikut duduk di depannya.
               
  “lee jinki terjatuh saat pengambilan nilai lari tadi, tangannya disini –“ laki-laki itu tampak menunjuk bagian dilengan kanan
                
“- luka, lecet yang parah dan beberapa luka lain di kaki. Dia sekarang ada di ruang kesehatan, tapi dokter sekolah baru saja pulang karena anaknya terkena demam tinggi” Jungrin melebarkan matanya dan segera berlari.
               
  “jika hal ini penting kenapa tak kau katakan dari tadi” cibir penjaga song yang mendapat cibiran balik dari laki-laki tersebut. Kyuhyun yang melihat jungrin berlari keluar pun ikut keluar, ia juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi. Memang apa hubungannya dengan jungrin?
               
               
Sesampainya diruang kesehatan yang pintu masuknya saja sudah penuh sesak, membuat jungrin yang bertubuh cukup kecil itu harus berusaha menerobos masuk.
               
 “YA! jika kalian tak membantu sama sekali sebaiknya jangan mengerubungi ruang kesehatan seperti ini. Penuh sesak!” ucap sebuah suara di dalam. Jungrin akhirnya masuk ketika beberapa orang membuat celah untuk dirinya masuk.
               
 “jungrin-ssi?! Ah cepat tolong jinki” jungrin mengangguk ketika jonghyun meminta pertolongannya. Ia mendekat kearah jinki.
                
“ambil kasa,alcohol,tissue,betadine,dan air mineral” ucap jungrin lalu melihat beberapa luka. Lee jinki dengan peluh yang terus menetes terus meringis kesakitan.
                
“ada luka lain selain ini?” tanya jungrin, jinki menggeleng tak tau.
                
“jonghyun-ssi bantu aku melepas sweater jinki-ssi” jonghyun mengangguk dan membantu melepaskan sweater di tangan kiri. Setelah terlepas secara perlahan jungrin tampak diam sejenak ketika melihat sweater dibagian lengan kanan terkoyak.
               
  SRAAT!
               
Jungrin menarik cepat sweater tersebut , membuat beberapa suara terkejut dari beberapa kerumunan yang hanya menonton di depan pintu.
               
“beri dia minum, aish dia tampak begitu tegang” ujar jungrin menatap kasihan lalu mengambil alcohol dan tissue. Jonghyun memberikan jinki minum dan mengelap keringat di wajah jinki.
               
“kumohon tahan sedikit, aku harus membersihkan lukamu dulu” ucap jungrin yang akan menyiramkan alcohol pada luka. Seketika itu, jinki tampak mengerang kesakitan
                
“ah! Panas! Assshh! Appoyo” ringis jinki. Jungrin hanya diam sambil membersihkan beberapa debu dan pasir yang menempel pada luka. Ia lalu memberika betadine dan membalutnya dengan kasa.
                
“lebih baik kau ke rumah sakit setelah ini, kau akan diberi beberapa obat dan salep. Istirahatlah dulu” ucap jungrin lalu memberikan betadine pada luka kecil yang terdapat di kaki jinki.
                
“orang tuanya sudah dihubungi?” tanya jungrin
                
ne, sedang menuju kesini” jawab jonghyun. Jungrin mengangguk dan hendak melangkah keluar. Langkahnya terhenti, matanya menatap bingung melihat segerombolan orang yang tadi memenuhi pintu masuk kini menyingkir secara perlahan. Di balik gerombolan tersebut terselip kyuhyun yang menatap sinis gadis tersebut, walau dalam hatinya ia benar-benar kagum dengan sosok jungrin.
                *********

Di dalam kelas yang sudah tampak ramai, hanya menunggu guru Matematika mereka masuk ke kelas saja. Di dalam kelas yang tampak rusuh itu, di pojok paling belakang jungrin sibuk menundukkan kepala. tak menerima perhatian dari sekitar, dia terus saja menunduk. Entah apa yang di lakukannya sekarang. Kyuhyun yang sudah pindah ke barisan belakang pun melirik jungrin sesekali. Ia masih penasaran apa yang gadis itu lakukan. Ia sekarang duduk tepat di samping jungrin.
               
 Jungrin mengangkat kepalanya, menghela napas panjang lalu merengut sebal dan dengan cepat mendelik kea rah kyuhyun. Membuat laki-laki ini sedikit tersentak akibat ulah jungrin.
                
“jangan pernah menatapku seperti itu anak baru” sindir jungrin lalu mengeluarkan buku matematika nya dari dalam tas. Membuka Bab baru pada halaman itu, gadis ini mengelus dagunya perlahan sambil manggut-manggut.
               
 Ma seonsaengnim masuk dengan kayu panjangnya, guna memukul meja agar kelas yang gaduh menjadi diam. Ma seonsaengnim termasuk guru killer di SMA itu.
                
“buka buku kalian di mulai dari BAB 3, fungsi komposisi dan fungsi invers. Lalu di lanjutkan dengan bab 4 persamaan garis lurus. Kalian hari ini harus menghabiskan 2 BAB. Maka minggu depan akan saya adakan pengambilan nilai. Kalian harus belajar giat, temui guru privat kalian jika kalian masih tak mengerti”dengan serempak kelas itu mengeluh, ada siswa yang kesal hingga menutup bukunya, ada juga yang merosotkan badannya, dan lain-lain.
               
 CTAK!
               
 Kayu panjang itu berbunyi ketika di hempaskan dengan kuat ke meja, sontak kelas itu menjadi diam sunyi senyap. Jungrin tersenyum takjub
               
 “aigoo, ma seonsaengnim akan membuat anak orang mati hanya karena matematika” gumam jungrin.
                
Pelajaranpun di mulai, Ma seonsaengnim menjelaskan secara cepat. Tentu dengan cepat dan terpaksa pula murid harus mengerti. Jika tidak, hukuman akan menanti. Kyuhyun memperhatikan dengan seksama. Bagaimanapun gurunya, ini adalah pelajaran yang ia suka sejak dulu.
                
Sebenarnya kyuhyun dulu bersekolah di luar negeri, hingga ia membuat sebuah masalah dan ayahnya pun memulangkannya dan menyekolahkannya di sekolah ini agar kyuhyun dapat lebih mudah di awasi. Dengan kemapanan,ketampanan,tentu saja kyuhyun mempunyai otak yang encer sebagai pelengkapnya.
                
Jungrin tengah memainkan bolpoinnya, menggoyangkannya dengan tangan kanannya. Mengetuk-ngetukkannya di kepalanya. Lalu melingkari sesuatu di bukunya, lalu memejamkan matanya seolah ia tengah menghapalkannya di dalam otak. Ia pun memegangi perutnya
               
 “aish, aku benci saat seperti ini” dumel(?) jungrin lalu kembali fokus pada bukunya.
                
“baiklah! Setelah saya jelaskan, ada yang dapat menyelesaikan soal ini” Ma seonsaengnim mengetok papan tulis dengan spidol di tangannya. Melirik satu persatu muridnya yang berada di barisan depan, tentu saja mereka tampak sibuk masing-masing. ataupun tengah menahan rasa takut untuk ke depan.
                
“hah! Apa kalian memperhatikan tadi? Soal semudah ini kalian tidak bisa hah?!” oceh Ma seonsaengnim. Tiba-tiba seseorang dari belakang mengacungkan tangannya
               
“ah ye!” tunjuk Ma seonsaengnim dengan spidol, ia mempersilahkan muridnya menyelesaikan soal yang di berikannya.
                
Kyuhyun, murid tersebut mengerjakannya dengan lancar. Dengan hasil yang benar-benar membuat Ma seonsaengnim puas. Membuat seisi kelas riuh akibat kyuhyun yang menunjukkan sisi kepintarannya.
                
“ya, Tuan muda kau pintar juga ya” Ma seonsaengnim menepuk bahu kyuhyun dengan akrab. Kyuhyun dengan sopan membungkuk lalu kembali ke bangkunya, tak lupa dengan senyum simpulnya.
                
“ya, rin-ah. Mungkin posisimu akan bergeser nanti, aku yakin kyuhyun bisa mendapat peringkat satu” bisik sunhwa yang berada di depan jungrin. Jungrin mengangguk meng’iya’kan
               
eoh? kau tak khawatir sama sekali?” sunhwa tampak heran melihat jungrin. Gadis ini tampak berfikir sejenak.
                
aniyo, itu berarti aku tak dapat mempertahankan peringkatku. Mungkin juga itu sudah masanya aku turun peringkat. Kau tau, seperti sebuah roda”  jawab jungrin yang mendapat tatapan miris dari sunhwa padahal yang sebenarnya dirasakan jungrin adalah kekhawatiran yang amat sangat dirasa. Tiba-tiba jungrin kembali merasakan sakit perut, ini akibat dia tak sarapan tadi. Ia mengeluarkan roti cokelat yang ada di laci mejanya. Menunduk dalam sambil mengunyah pelan roti agar tak ketahuan, berhubung ia juga duduk di barisan belakang. Semua nya berjalan dengan lancar sampai jungrin memasukkan seluruh roti kedalam mulutnya. Hingga semuanya terasa sesak di dada ketika Ma seonsaengnim menyebut nama jungrin.
                
Jungrin segera mengangkat kepalanya, dan hampir tersedak roti. Ia mengap-mengap(?) lalu segera minum air putih hingga membuat dadanya terasa lebih baik. Seisi kelas menatapnya aneh, kecuali satu orang yang hanya tertawa kecil.
                
ne, seonsaengnim!” ucap jungrin tegas
               
  “maju kedepan! Selesaikan nomor 2!”
                
ne, algeseumnida” ucap jungrin lalu maju ke depan, kyuhyun hanya melirik sinis gadis tersebut.
               
 Jungrin melirik sebentar soal tersebut lalu mengambil spidol, ia menyipitkan matanya lalu mulai menulis jawaban yang jawabannya lebih dikit daripada milik kyuhyun. Ma seonsaengnim melirik sinis kea rah jungrin.
               
  “Ya! igo eottokhaeya! Jawabannya seharusnya lebih rumit dari soal nomor 1” jungrin melirik polos,
                
“jawaban ini, hanya merumitkan otak siswa” jungrin melingkari jawaban kyuhyun beserta jalannya.
                
“dan ini hanya sebuah pembuktian” jungrin melingkari jawaban di baris tengah
                
“kita dapat menyelesaikannya dengan mengambil jalan ini, lalu melakukan persamaan yang dapat kita pikirkan langsung, karena jawabannya pasti sederhana” jungrin tersenyum penuh arti kea rah Ma seonsaengnim.
                
“dalam matematika, banyak jalan untuk mendapat jawaban kan,seonsaengnim?” ucap jungrin pelan sambil melirik was-was kearah Ma seonsaengnim. Ma seonsaengnim tersenyum
                
geurae, Istirahat nanti kau ke ruanganku” ucap Ma seonsaengnim lalu duduk
                
ye?” jungrin membulatkan matanya, hingga Ma seonsaengnim mengarahkan tangannya agar jungrin segera duduk. Jungrin menatap kosong lantai, ia tau apa yang akan di lakukan Ma Seonsaengnim.
               
 “Whooaa, aku jadi lebih mengerti tentang pelajaran ini, gomawo chingu” bisik sunhwa melirik kebelakang.
                ******
                Jungrin keluar dari ruangan Ma seonsaengnim, ia mengurut tengkuknya sambil mengumpat kecil. Ia menuju lokernya Ia membuka lokernya dan mendapati sekotak susu dengan sticky note yang tertempel di depannya.
                
‘semoga harimu menyenangnya. Park Dol ji XII 2’ jungrin tersenyum melihatnya.
                
aigoo, dia baik sekali. Aku harus berterima kasih ketika bertemu nanti” ujar jungrin lalu melangkah sembari meneguk susu tersebut. Hingga di tengah jalan tak sengaja ia melihat name tag seseorang dengan lambang XII di lengan sebelah kirinya. Jungrin berhenti
                
“eoh? Park Dol ji sunbae” seru jungrin, membuat orang tersebut yang awalnya memang sudah salah tingkah pun berhenti dan berbalik. Tersenyum samar untuk menetralisir kegugupannya.
                
ne?” ucapnya, jungrin tersenyum lalu menunduk 90 derajat.
                
gamsahamnida, aku telah menerima susu yang kau taruh di loker ku” Dol ji melongo dalam diam. Ia lalu tersenyum sambil mengelus tengkuknya
               
 “ne” jawab Dol ji, jungrin tersenyum lagi
                
“sampai jumpa” ucap jungrin lalu pergi berlari. Dol ji yang masih berada di tengah-tengah koridor pun meloncat kegirangan sambil mengepalkan tangannya dengan senang, tak sadar akan tindakannya. Sebenarnya semua laki-laki pun melihatnya dengan tatapan sinis, bahkan ada laki-laki yang menyembulkan kepalanya dari jendela guna melihat kejadian tadi.
               
                
Jungrin mendaratkan lengannya di meja penjaga perpustakaan, ia memanyunkan bibirnya melihat penjaga song yang sibuk dengan semua lembaran yang ada di mejanya, mungkin ia tengah mendata buku.
               
 “aish geu ahjussi jinjja!” gerutu jungrin diiringi dengan helaan napas. Tanpa menoleh penjaga Song bertanya.
               
 “nugundae?”jungrin menatap penjaga song
                
Ma seonsaengnim” jawab jungrin merunduk, penjaga song pun melirik sekilas
               
 “itu salahmu, kenapa juga kau tunjukkan jalan alternatifmu di depan dia, seharusnya kau selesaikan saja soal itu dengan langkah sederhana seperti di buku. Jika seperti itu kau pasti tak akan di suruh mengerjakan soal susah seperti tahun lalu” ucap penjaga song masih sibuk mendata.
                
mwo? Ahjussi tau?” jungrin berdiri tegap ketika itu.
                
“tentu saja aku melewati kelasmu tadi, aku melihatmu yang seperti orang hampir mati karena tersedak” cibir penjaga Song. Jungrin memanyunkan bibirnya.
                
jja! Apa buku baru sudah datang?” tanya jungrin, Penjaga song menghela napas.
                
ne, ada di meja itu” tunjuk penjaga Song, jungrin tersenyum senang. Ia menulis namanya dulu di buku kunjungan perpustakaan. Ia melihat beberapa buku yang masih tampak rapi dan bagus, tentu saja itu buku baru yang belum di bagikan. Jungrin tersenyum, membuka satu buku tersebut. Memfotonya lewat ponselnya dan mempelajarinya.
               
 Alasan utama jungrin mendekati penjaga song adalah ini, ia akan lebih mudah melihat buku-buku yang baru datang. Dan lebih mudah meminjam buku, karena ia mengikuti program pemerintah yang akan mengadakan belajar keluar negeri, dan jungrin telah mengikuti itu dan telah masuk dalam skala nasional. Dalam beberapa waktu dekat ia akan di uji dari berbagai provinsi di korea untuk menentukan siapa yang akan dikirim untuk belajar keluar negeri selama setahun.
               
 Kyuhyun yang ternyata sedari tadi mengikuti jungrin pun tengah duduk dengan buku yang lumayan lebar untuk menutupi wajahnya. Tiba-tiba ia menutup bukunya kesal
               
 “aish cho kyuhyun! Kenapa kau malah seperti secret admirer eoh? kau seharusnya menunjukkan karisma mu padanya” batin kyuhyun menyemangati diri sendiri. Ia memilih buku kelas 12 dan menuju meja penjaga perpustakaan untuk meminjam.
               
“aku pinjam ini” ucap kyuhyun dengan tampang stay cool yang dimilikinya. Jungrin yang sibuk mengambil gambar pun kesal karena memori ponselnya yang penuh. Ia pun menyerahkan bukunya pada penjaga song.
                
“aish ahjussi aku pinjam saja” tak ada jawaban jungrin pun mendekati penjaga song yang sibuk mencatat data peminjaman buku.
                
“kau pinjam buku kelas 12?” tanya penjaga song dengan menaikan sebelah alisnya. Jungrin tampak berdiri di samping kyuhyun sambil menatap penuh selidik.
                
wae?” tanya kyuhyun yang masih mempertahankan ekspresi wajahnya.
                
aniya, hanya saja gadis di sampingmu ini juga sering meminja buku seperti ini. Kalian pasti akan cocok ah atau kalian bisa jadi rival” ucap penjaga song ramah. Kyuhyun tampak tertawa remeh, ya meremehkan jungrin. Di lihat darimanapun memang tingkah jungrin tak meyakinkan, dilihat dari kelakuannya di sekolah yang pemalas, cengengesan,dan bahkan sering mendapat hukuman karena terlambat. Benar-benar tak telaten!. Jungrin tampak terusik dengan tatapan kyuhyun lagi lagi ia hanya berkata.
               
 “jangan pernah menatapku seperti itu anak baru” lalu menyerahkan buku nya pada penjaga song. Setelah itu jungrin keluar dan di ikuti kyuhyun di belakangnya.
                
“aku masih tak percaya kau itu siswa berprestasi” ucap kyuhyun santai, membuat jungrin berhenti. Memandang sengit kyuhyun
               
“aish geu saram-I jinjja! Apa harus kutunjukkan eoh?” ucap jungrin dengan nada marah. Kyuhyun tertawa sambil melambaikan tangannya.
                
ani, aniya. Aku sudah melihatmu di kelas tadi. Aku hanya butuh satu pembuktian” ucap kyuhyun setelah itu. Membuat jungrin menatap dengan rasa penasaran
               
 “mwonde?”
               
                                                                   TBC!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar